Polling

Dari mana Anda tahu website Indonesia Print Media ?
 

Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterKemarin556
mod_vvisit_counterMinggu ini1215
mod_vvisit_counterMinggu lalu5664
mod_vvisit_counterBulan ini609
mod_vvisit_counterBulan lalu23287
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung481604
Kami Memiliki: 2 guests online
Home
27
Feb
2015
PENINJAUAN KURIKULUM 2013 ANTARA TANTANGAN DAN PELUANG

Print Media Indonesa,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menghentikan penerapan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang baru menggunakannya selama 1 semester. Sementara untuk sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 semester yaitu sejak tahun pelajaran 2013/2014 diharapkan untuk melanjutkannya. Sekaligus nantinya sekolah yang berjumlah 6.221 itu akan dijadikan sekolah percontohan penerapan Kurikulum 2013. Namun apabila di antara sekolah-sekolah itu tidak menghendaki,  maka dapat mengajukan diri ke Kemendikbud untuk dikecualikan.

Adapun alasan yang menjadi dasar keputusan tersebut. Anies merincinya di dalam surat bernomor 179342/MPK/KR/2014 5 Desember 2014. Yang antara lain menyatakan :

 
07
Feb
2015
Kiat Menghadapi MEA 2015 : TINGKATKAN EFISIENSI KERJA

Print Media Indonesia, Mengingat tahun 2014 sudah berakhir, sudah sepatutnya  insan grafika membuat perencanaan yang matang dalam rangka  menyambut tahun baru  2015 dimana  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai diberlakukan. Dengan kondisi perekonomian dalam negeri   saat ini yang kurangstabil, sebagai dampak  gelombang perekonomian dunia yangkurang sehat, menerapkan  petuah lama yang tidak lapuk dimakan usia, yaitu meningkatkan efisiensi kerja,  adalah suatu keharusan bagi industri dalam negeri, khususnya industri grafika,  dalam  menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015, dimana kita akan bersaing secara terbuka memperebutkan pangsa pasar negara-negara Asean. Kemampuan industri grafika  kita bersaing dengan sesama anggota Asean sangat bergantung pada kemampuan  kita dalam menyelesaikan dan membenahi  berbagai permasalahan yang masih menjadi PR bagi industri grafika dalam negeri.

 
06
Feb
2015
Bagaimana kita melihat Warna

Colorimeter vs Spectrophotometer

Pada edisi yang lalu, kita berbicara tentang tiga elemen persepsi warna seperti obyek, cahaya dan pengamatan. Warna dari suatu obyek memiliki sidik jari (fingerprint) dalam arti kurva spectral yang mewakili jenis dye dan pigmen yang digunakan pada proses produksi. Kurva spectral dapat diketahui dengan menggunakan spectrophotometer untuk mengukur benda tersebut.Tergantung dari jenis bendanya kami memiliki paling tidak tiga jenis utama untuk spectrophotometer yang dapat dijadikan pilihan.

Dalam mengukur warna ada juga alat yang dapat mengukur warna yang disebut colorimeter. Spectrophotometer dan colorimeter terlihat sama karena keduanya dapat mengukur warna dari suatu obyek dengan bantuan cahaya dan foto detector tetapi cara perhitungan dan konversi cahaya pantul dari obyek dan data warna final tidaklah sama.

 
05
Feb
2015
Menelaah Lebih Jauh KUALITAS BARANG CETAKAN

Mutu/kualitas muncul pertama kali karena adanya perkembangan peradaban / budaya manusia/masyarakat (dengan ditandai peningkatan kecerdasan, intelektual, dll). Kondisi masyarakat demikian (terutama di daratan Eropa) terdorong dengan munculnya “ Revolusi Industri”, suatu kondisi yang mendorong manusia untuk lebih menggunakan daya nalar dan daya pikir untuk mengikuti atau mengatasi tantangan kehidupan disekitarnya.

Perkembangan kondisi masyarakat yang didorong oleh munculnya revolusi industri itu akan memunculkan kelompok masyarakat yang  sangat berbeda watak, perilaku dan kondisi konsep pemikirannya, yaitu : kelompok masyarakat  KONSUMEN  yang memanfaatkan, menggunakan dan merasakan hasil karya orang lain dalam menutupi keperluannya, bahkan kelompok ini juga akan merasakan kepuasan dari menggunakan/mengkonsumsi barang tersebut.

 
24
Jan
2015
Memasuki Usia 11 Tahun, Majalah “Print Media” Telah Ada Dimana-mana

Print Media Indonesia - MajalahPrint Media Indonesia  yang biasa disebut Print Media pada 7 November 2014  lalu  merayakan ulang tahun  ke-11. Majalah grafika yang mulai terbit tahun 2003, tertua di Indonesia,  ini sekarang  telah menjadi acuan  masyarakat di berbagai pelosok tanah air untuk mendapatkan informasi seputar dunia grafika.

MajalahPrint Media terbit ketika Indonesia mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat krisis moneter 1998. Banyak orang meragukan keberadaan majalah ini,  termasuk Bapak Soeharso,  salah seorang  perintis berdirinya majalah ini, untuk bisa bertahan di tengah kondisi industri  percetakan tanah air yang  kurang sehat saat itu.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 58

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download untuk mendapatkan Formulirnya !!!