Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini74
mod_vvisit_counterKemarin1396
mod_vvisit_counterMinggu ini4748
mod_vvisit_counterMinggu lalu6263
mod_vvisit_counterBulan ini21979
mod_vvisit_counterBulan lalu31771
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1511632
Kami Memiliki: 23 guests online

Home
19
Dec
2017
Bisnis Sablon Salah Satu Peluang Usaha Bagi Pemula dan Pensiunan

Bisnis Sablon Salah Satu Peluang Usaha Bagi Pemula & Pensiunan

Di era serba teknologi ini, banyak orang yang ingin memiliki usaha sendiri, menjadi pengusaha UKM dengan memanfaatkan teknologi-teknologi terbaru. Salah satu usaha yang banyak diminati adalah Screen Printing atau akrab disebut Sablon. Dan yang paling banyak diminati adalah sablon kaos manual.

Ada beberapa alasan yang membuat orang ingin menggeluti bisnis ini, antara lain penyaluran hobi, teknologi dan teknik yang mudah, tidak memerlukan investasi yang cukup besar. Bisnis sablon bisa dimulai dengan modal yang relatif kecil namun bisnis ini dapat ditingkatkan menjadi industri berskala besar dengan modal yang juga besar.

Bisnis sablon ini terbagi dalam 4 kategori:

·         Hobi

Karena sebagai hobi, tentu saja sifatnya hanya sekedar coba-coba. Modal yang dikeluarkan tidak perlu besar, asal cukup untuk beli screen dan perlengkapannya. Ruang usaha pun tidak butuh tempat yang luas.

·         Industri Rumahan

Di kategori rumahan atau home industry, disini anda sudah memiliki batas minimum pesanan dari pelanggan, misal 5 hingga 10 lusin yang harus anda kerjakan dalam waktu tertentu. Untuk ini anda perlu memiliki satu perjanjian kerjasama dengan pelanggan.

·         Industri Menengah

Di kategori ini, kapasitas produksinya  sudah semakin besar. Di industri menengah, anda harus memiliki semua peralatan seperti ruang desain, ruang expose, ruang testing, ruang tinta dan lain sebagainya.

·         Industri Besar

Sesuai namanya, industri dengan kategori besar ini tentunya hasil produksi perharinya juga banyak, selain itu, modal yang dibutuhkan juga besar. Anda akan memerlukan banyak staff, ruangan dan peralatan dengan teknologi yang memadai.

 

Dari keempat kategori tersebut, bisnis sablon atau screen printing memiliki satu kesamaan yaitu jika ingin hasil yang baik dan maksimal, maka proses yang dijalankan harus benar dari awal hingga akhir. Mulai pembuatan film, pemilihan screen, penggunaan tinta dan sebagainya.

Dan sebagai langkah awal mempelajari dunia sablon, maka alat-alat utama yang anda butuhkan antara lain:

·         Screen

·         Rakel

·         Tinta

·         Papan Triplek

·         Meja Afdruk

·         Meja Sablon

SCREEN

Merupakan media yang dipakai untuk mengantarkan tinta sablon ke obyek sablon. Bentuknya balok yang disusun persegi empat kemudian dipasang kain khusus. Ukurannya bermacam-macam, misalnya ada screen yang berukuran 30x40cm, 20×30 cm, bahkan ada screen ukuran “raksasa” yang biasa dipakai membuat spanduk. Untuk ukuran lubang kain juga bervariasi tergantung kebutuhan kita akan menyablon untuk apa. Misalnya Screen yang digunakan untuk sablon kaos yaitu jenis T48, T54, T61,T77, T90 dan seterusnya. Pengenalan screen secara baik akan berpengaruh terhadap cetakan.

Pemilihan bahan bingkai screen sablon juga sebaiknya menggunakan bahan yang tidak mudah susut, ringan, tahan terhadap zat kimia serta stabil. Biasanya dapat menggunakan alumunium bila digunakan untuk sablon massal karena sifatnya yang ringan, kuat, dan stabil. Bila memilih menggunakan bingkai kayu maka pilih kayu yang benar – benar kering agar tidak mengalami penyusutan saat dilakukan proses sablon.

RAKEL

Ada beberapa jenis rakel, tapi kali ini kita membahas rakel untuk kain. Rakel dibedakan oleh bentuk dan kegunaan cetakan.Beda bentuk rakel terletak pada ujung jenis rakel. Jika lancip akan menghasilkan cetakan yang tipis, jadi keluarnya cat tidak banyak tetapi detail, biasanya dipakai untuk gambar sparasi atau raster. Jika ujung tumpul keluarnya cat lebih banyak dan hasil akan lebih tebal tetapi kurang detai.Rackel jenis ini biasa digunakan untuk gambar blok atau sablon dasar

TINTA

Dilihat berdasarkan jenisnya, tinta sablon terbagi dalam 2 jenis, yaitu tinta yang bersifat air atau waterbase inks dan tinta yang bersifat seperti minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase ini sering disebut dengan istilah plastisol.

PAPAN TRIPLEK

Kegunaan dari papan triplek ini adalah untuk meratakan bahan kaos supaya tidak bergeser saat anda sedang menyablon.

MEJA AFDRUK

Proses afdruk merupakan satu proses penting dalam sablon. Afdruk adalah proses pemindahan desain atau artwork dari master ke screen dengan proses penyinaran. Ada 2 proses penyinaran, antara lain penyinaran menggunakan sinar matahari dan penyinaran menggunakan sinar lampu/meja afdruk. Salah satu keunggulan menggunakan meja afdruk adalah penyinaran lebih stabil dan dapat dilakukan kapan saja.

MEJA SABLON

Dalam proses menyablon diperlukan satu meja yang digunakan untuk meletakkan bahan dan screen. Meja sablon ini memiliki banyak macam, digunakan sesuai keperluan dan kemampuan. Bagi pemula, cukup menggunakan meja sablon frame presisi. Jenis meja sablon lainnya adalah meja catok, meja banting, meja rel panjang, meja rel banting dan meja rotary.

Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam menyablon antara lain:

·         Tahapan Pra Cetak

Beberapa proses yang masuk dalam tahapan ini adalah

-          Pembuatan Desain

-          Pembuatan Film

-          Proses Afdruk

·         Tahapan Cetak

·         Tahapan Pasca Cetak

Setelah anda selesai melakukan proses cetak, ada tiga proses yang bisa dilakukan, yaitu

-          Proses Drying

Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinta tersebut dan permukaannya anda rasa telah mengering, belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna, oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan. Untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui proses alami (penjemuran – cukup diangin –anginkan saja) atau dengan bantuan mesin ( kipas angin, blower, dsb. ).

-          Proses Curing

Proses ini memerlukan alat – alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis – jenis tinta tertentu. Seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas ( sekitar 143 – 166 0 C ), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk Tinta Karet / GL / Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturenya ( sekitar 110 – 130 0 C ).

-          Proses Burning

Ada jenis – jenis tinta tertentu yang membutuhkan treatment seperti ini, pada dasarnya proses ini membakar / memanggang tinta tersebut sehingga mencapai titik pengeringan yang optimal.

Demikian sedikit pengenalan tentang sablon/screen printing. Dalam menjalankan bisnis usaha sablon kaos, target pasar yang anda bidik tidak terbatas. Mulai dari konsumen individu yang ingin membuat kaos satuan dengan desain yang tidak pasaran, menerima pesanan massal seperti untuk seragam perusahaan, seragam panitia acara tertentu, seragam organisasi tertentu (unit kegiatan mahasiswa, karang taruna, remaja masjid, dan lain sebagainya), serta bisa juga menjalin kerjasama dengan para pelaku bisnis distro untuk memasok produk kaos unik di lapak dagang yang mereka miliki.

Selengkapnya terdapat pada majalah grafika Print Media Indonesi, Edisi 79 Nov-Des 2017. 

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

SMS?WA 0811808282

 

whien