Visitor

 
Home Edisi Terbaru
26
Dec
2011
FROM IDEA TO PRODUCTION

Dalam suatu perenungan,ketika saya harus mempersiapkan suatu materi seminar disebuah acara Pameran Grafika, saya  tersentak dengan sebuah topik yang sebenarnya sudah lama saya dengar yang bertema :

 Color – From Idea to Production,

setelah saya renungkan kembali, maka topik bisa menjadi Creativity – From Idea to Production atau bisa juga Quality - from Idea to Production atau bisa juga  Efficiency from Idea to production, atau bahkan bisa juga Color, Quality, Creativity and Efficiency from Idea to Production.

Hal yang menarik ternyata bukan dikata Color, Quality, Creativity dan juga Efficiency namun yang menarik adalah dikata: TO  dari kalimat From Idea TO  production


Mengapa kata To yang paling menarik dari topik diatas? Mudah saja jawabannya, karena kalau kita mau membahas/mencapai hasil optimal soal Warna, Qualitas, kreativitas dan efisiensi mulai dari Ide sampai produksi dalam Industri Grafika kita harus berhasil dan tepat dalam MENTERJEMAHKAN TO dalam konteks yang dimaksud. Idea yang menciptakannya biasanya rekan reka desainer grafis beserta teamnya, sementara yang melaksanakan produksi adalah rekan rekan di percetakan di Industri Grafika, dan ini bisa saja Cetak Ofset, Web, Gravure, Flexo, sablon, digital printing POD atau Indoor/Oudoor dsb.

 

 

 

FROM IDE to PRODUCTION

 

TO dapat berarti :

  1. Anda harus memahami Job/pekerjaan Anda yang diinginkan seperti apa? Target kualitasnya? Waktu yang Anda perlukan, Fininshing spt apa, Budget yang Anda miliki, Oplah yang Anda inginkan, materialnya berupa apa? Setebal apa? Dsb
  2. Anda harus memahami alur proses kerjanya dengan kata lain Anda harus memahami berbagai teknis cetak yang ada dalam Industri Grafika untuk bisa membantu mewujudkan keinginan Anda
  3. Anda harus mempersiapkan Data Digital Anda dengan sebaik baiknya dari awal (start from the right)
  4. Anda harus memahami tentang Warna, Komunikasi warna dan  pengaturan Warna (Color Management)
  5. Anda harus memahami bagaimana mengkomunikasikan Ide atau Data dan keinginan Anda dengan pihak produksi atau percetakan
  6. Anda memahami bagaimana menganalisa suatu hasil produksi yang Anda terima apakah sudah sesuai harapan Anda atau belum, point apa saja yang harus diperhatikan, suapaya tidak over expectasi maupun under expectasi karena segala sesuatu ada aturan main dan ketentuan yang berlaku secara general (jangan terlalu narsis gitu loh, he..he)

Sebagai seorang Trainer dan juga Konsultan ISO 9001 dan saat ini lagi mendalami ISO 12647, saya semakin “terbuka” mata jasmani dan rohani tentang bagaimana menerapkan suatu proses yang sistematis mulai dari customer (pencipta idea) hingga dibagian produksi (kumpulan beberapa bagian yang tergabung dalam satu percetakan)

Amazing,… semua membutuhkan kerjasama yang harus diterjemahkan dalam berbagai prosedur, sasaran, SOP, form, tools, Instruksi kerja, Evaluasi, dan sebagainya.

Semua tools, konsep dan prosedur  yang sangat bagus dari ISO 9001 tentang management Mutu serta aturan dan ketentuan yang ditetapkan dalam ISO 12647 tentang standard Kualitas Cetak merupakan suatu Panduan yang menjadi Kiblat yang mengarahkan kita kepada suatu target tertentu yang bersifat general dan Internasional.

Oleh karena kesemua itu merupakan suatu aspek yang saling terkait satu sama lain mulai dari Ide hingga produksi maka sudah tidak bisa diganggu gugat lagi bahwa siapapun Anda yang terlibat dalam suatu proses dari Idea to Production dimanapun Anda berada, maka Anda harus mulai mempelajari satu persatu aspek aspek yang terkait dengan Standard yang berlaku baik yag terkait dengan ISO 9001 maupun ISO 12647.

Hm… terlihat seperti sebuah perjalanan panjang yang harus kita jalani dan lalui bersama.

Mungkin sepertinya perjalanan ini begitu menyulitkan, membingungkan dan menjadi beban yang berat, atau mungkin perjalanan ini menjadi menyenagkan, asik dan penuh tantangan, ini akan sangat bergantung dengan “kacamata” yang Anda gunakan.

Saya sendiri memutuskan perjalanan ini merupakan perjalanan yang menantang dan mengasikkan dan saya mempunyai banyak “sahabat” diseluruh dunia yang juga ada dalam perjalanan yang sama.

Mari mulai perjalanan kita, seperti pepatah mengatakan perjalanan satu mil dimulai dengan satu langkah.