Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini136
mod_vvisit_counterKemarin1396
mod_vvisit_counterMinggu ini4810
mod_vvisit_counterMinggu lalu6263
mod_vvisit_counterBulan ini22041
mod_vvisit_counterBulan lalu31771
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1511694
Kami Memiliki: 84 guests online

Home Fokus Berita Kualifikasi Karton Box
18
Apr
2018
Kualifikasi Karton Box

KARTON BOX

Karton box adalah salah satu kemasan berbahan baku kertas yang menggunakan bahan baku dengan kandungan daur ulang paling tinggi dibandingkan dengan jenis kemasan lainnya. Sekitar 75% karton box yang diproduksi seluruh dunia menggunakan kandungan bahan baku daur ulang antara 70 – 100 %. Kondisi resesi ekonomi saat ini yang terjadi di Eropa dan Amerika menyebabkan penurunan daya beli masyarakat di kedua benua tersebut sehingga peredaran produk ekonomi yang menggunakan karton box secara kuantiti juga berkurang yang berakibat bahan baku daur ulang untuk memproduksi kertas karton menjadi berkurang secara signifikan. Berdasarkan data asosiasi kemasan karton di Eropa menunjukan bahwa kualitas bahan baku untuk memproduksi karton box di Eropa sudah sama dengan kualitas bahan baku di Asia, hal ini disebabkan karena membanjirnya produk-produk yang datang dari Asia ke Eropa. Teknologi memproduksi kertas saat ini dengan menggunakan bahan baku daur ulang sudah memungkinkan untuk mendapatkan kualitas kertas kemasan dengan bahan baku yang berasal dari tumbuhan. Hal ini terus dikembangkan agar produksi kertas industri tidak lagi menjadi salah satu sumber dari pengrusakan hutan yang sudah dimulai dari beberapa dasawarsa yang lalu.

Kemasan karton mempunyai fungsi utama melindungi produk selama proses penyimpanan dan transportasinya, mempermudah proses handling dan perhitungan jumlah dan isi berat produk sesuai dengan tujuan utama dari penggunaan kemasan. Untuk memenuhi fungsi utamanya karton box memerlukan konstruksi dan jenis material yang berbeda dibandingkan dengan jenis kemasan lainnya yang berbahan baku kertas. Karton box harus memiliki daya tahan sobek dan kekuatan tumpuk untuk memenuhi fungsi utamanya, dimana secara standar Internasional kualitas karton box ditentukan dalam Bursting Strength (Kpa) dan Box Compression Test atau BCT (Kgf). Penentuan kedua kualitas tersebut ditentukan oleh jenis isi produk, berat produk, proses penyimpanan dan jalur transportasi dari produk tersebut.


Konstruksi karton box terdiri dari minimal tiga jenis kertas yang dijadikan satu kesatuan, dimana salah satu kertas tersebut dibentuk menjadi bentuk bergelombang yang berfungsi sebagai tulang punggung kekuatan karton tersebut. Jenis gelombang yang digunakanpun berbeda-beda dan bergantung pada kekuatan yang diharapkan.

Bursting Strength
Adapun untuk kekuatan utamanya ditentukan oleh kualitas kertas yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan karton box. Untuk kekuatan bursting atau daya jebol karton box, sebagian besar di dukung oleh kekuatan kertas jenis Test Liner yang mempunyai rentang kekuatan bursting index antara 2.0 – 2.7.  Dimana bursting strength ditentukan antara bursting index dan berat kertas itu sendiri dengan perhitungan :


Bursting Strength = Bursting Index * Berat Kertas/m2


Nilai acuan bursting index diatas berlaku untuk kertas Test Liner yang dalam proses produksinya menggunakan 100% kertas daur ulang. Sedangkan kertas yang menggunakan campuran serat kertas yang langsung berasal dari pohon dan kertas daur ulang atau 100% menggunakan serat kertas yang berasal dari pohon akan mempunyai rentang bursting index lebih tinggi dari pada kertas yang menggunakan 100% kertas daur ulang. Nilai bursting strength itu sendiri didapat dengan melakukan pengukuran menggunakan alat bursting tester.
Aplikasi produk yang memerlukan bursting index tinggi adalah produk-produk yang memiliki sudut-sudut yang tajam pada kemasan luarnya seperti kaleng, bahan-bahan dari metal seperti spare part motor atau mobil, barang-barang elektronik seperti kulkas, AC dan lain-lainnya, atau contoh yang cukup ekstrem adalah mengemas buah durian menggunakan karton box.


Faktor - faktor lainnya yang mempengaruhi kekuatan bursting index dari kertas tersebut adalah kelembaban kertas yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana karton box tersebut digunakan. Kondisi perpindahan barang dari Negara dua musim ke Negara empat musim adalah salah satu kondisi ekstrem yang memerlukan perhatian lebih agar barang dapat diterima oleh konsumen dengan baik. Produk yang memerlukan tempat penyimpanan khusus seperti kondisi freezer atau dibawah 0 derajat atau kondisi Chill kisaran 0 – 5 derajat merupakan kondisi ekstrem untuk karton box. Kondisi ini biasanya digunakan untuk pengemasan produk-produk seafood, daging olahan dan lain sebagainya.
Selain kondisi kelembaban lingkungan, proses jalur transportasi dari produk juga memegang peranan penting dalam penentuan nilai bursting strength yang akan digunakan untuk pembuatan karton box. Semakin panjang dan bervariasinya jalur transportasi yang digunakan maka semakin rentan pula akan terjadi bahwa karton box dapat jebol selama proses distribusi barang.

Box Compression Test

Salah satu karakteristik penting yang harus dimiliki oleh karton box adalah memiliki kemampuan daya tahan tumpuk atau Box Compression Test (BCT) yang baik sedemikian rupa sehingga konsumen mendapatkan produk sesuai dengan kualitas dijanjikan oleh produsen karena tidak ada konsumen yang akan membeli suatu produk dalam kondisi penyok, kotor atau bahkan rusak. Karton box berfungsi melindungi produk selama proses penyimpanan dan transportasi agar produk sampai di konsumen dalam kondisi baik.

Faktor yang paling menentukan untuk BCT ini adalah jenis gelombang atau fluting dan biasanya kertas yang digunakan untuk pembuatan fluting ini adalah kertas dari jenis kertas medium. Ada beberapa jenis fluting yang digunakan dalam pembuatan karton box dimana setiap jenis fluting memiliki tinggi dan lebar yang berbeda. Adapun jenis fluting tersebut adalah sebagai berikut :

Pembuatan fluting ini di proses pada mesin corrugator dimana proses pembentukan fluting dilakukan dengan menggunakan fluting roll dan panas yang cukup, setelah itu fluting akan ditutupi oleh kertas liner yang dihubungkan dengan menggunakan bahan perekat berbahan dasar dari tapioka. Bentuk fluting harus sempurna agar didapat karton box yang mempunyai nilai daya tumpuk yang tinggi karena bentuk fluting yang rusak yang disebabkan oleh proses pembuatan fluting ataupun proses printing akan menurunkan nilai BCT sampai dengan 40 – 50 % dari nilai seharusnya.

Semakin besar jenis fluting yang digunakan untuk pembuatan karton box maka nilai BCT yang dihasilkanpun akan semakin besar. Hal ini berbanding terbalik dengan kualitas hasil cetakan yang dihasilkan pada proses pembuatan karton box dimana semakin besar jenis fluting yang dipilih maka kualitas cetakanpun akan semakin menurun. Oleh karena itu banyak kemasan karton box yang digubakan untuk produk makanan dan minuman yang bermotif design dengan jumlah warna cetakan lebih dari 3 akan menggunakan jenis fluting B dan bukan fluting C karena untuk segmentasi makanan dan minuman tidak menuntut nilai BCT yang tinggi tetapi lebih memprioritaskan pada keindahan design karton box sebagai media promosi agar dapat lebih memikat konsumen. Segmentasi makanan dan minuman menguasai lebih dari 60 % penggunaan karton box yang diproduksi sejumlah 250.000 ton perbulannya atau setara dengan 450 Juta dan dipasarkan setiap bulannya untuk pasar Indonesia saja.

Pada umumnya karton box mempunyai satu jenis fluting atau disebut single wall untuk pemakaian produk-produk yang mempunyai berat kurang dari 5 kg sedangkan untuk produk-produk yang lebih dari 5 kg banyak yang menggunakan double fluting atau double wall. Pada karton box yang menggunakan double wall biasanya jenis fluting yang lebih kecil akan ditempatkan pada posisi luar atau posisi untuk proses cetak. Hal ini lebih disebabkan karena proses cetak pada fluting yang lebih kecil menghasilkan cetakan lebih baik dibandingkan hasil cetakan pada fluting yang lebih besar. Pertimbangan penggunaan single wall ataupun double wall selain karena kekuatan juga karena faktor harga dari karton box itu sendiri.

      Double Wall

Selain jenis fluting dan kondisinya, faktor kekuatan kertas juga menjadi pertimbangan untuk menentukan berapa nilai BCT yang ingin dicapai oleh konsumen. Secara teoretis BCT dapat dihitung dengan menggunakan metode perhitungan yang sudah dibakukan seperti : Kelly Chut Methode atau Mc Key methode. Metode yang paling canggih digunakan adalah dengan menggunakan program finite elemen untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan secara manual.
Untuk dapat menghitung secara teoretis diperlukan nilai kualitas medium seperti Ring Crush yang dijadikan acuan apakah karton box dengan material yang digunakan dapat menghasilkan kualitas dengan safety factor yang diharapkan. Pentingnya kekuatan kertas terhadap kekuatan box dapat dilihat dari arah serat kertas terhadap arah fluting dimana arah serat kertas berlawanan dengan arah fluting. Oleh karena itu arah serat kertas yang digunakan sebagai perhitungan nilai BCT adalah nilai ring crush kertas di arah cross direction dan bukan machine direction.

Selengkapnya di Majalh Grafika Indonesia Edisi 81  Maret  - April 2018 ...

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!