Home Fokus Berita Standar Prepress Workflow
22
Jan
2020
Standar Prepress Workflow

Langkah-langkah Prepress adalah :

1.    Refining

2.    Proofing

3.    Imposition / Step & Repeat

4.    RIP

5.    Plate Processing

Langkah-langkah ini normal dilakukan oleh bagian Prepress yang sudah mengadopsi teknologi pada saat ini dengan mengandalkan software workflow dan hardware Computer to Plate. Keseluruhan proses tersebut biasanya disebut PDF Workflow.

Berikut akan saya jabarkan langkah-langkah Prepress diatas satu persatu :

1.    Refining

Refining adalah proses checking untuk semua elemen yang ada dalam design (foto, font, garis, trapping, warna, bleed, dan lain-lain). Refining sifatnya seperti quality control pada data digital sebelum lanjut ke proses berikutnya.

Contoh : apakah model font yang dipakai ada di library, apakah garis tipis masih tercetak nantinya, apakah warna sesuai dengan library, dan lain-lain.

Hasil Refining biasanya berupa PDF file yang sudah lolos check dan layak untuk lanjut ke proses berikut.

2.    Proofing

Proofing adalah proses print design ke digital printer untuk membuktikan semua elemen yang ada di design tersebut layak cetak, dan yang terutama apabila mesin digital printer telah ter-profile, maka warna pada hasil cetak proofing dapat mewakili hasil cetak yang sebenarnya nanti pada mesin cetak.
Hasil proofing dapat digunakan untuk approval ke klien, ataupun untuk guiding operator cetak.

3.    Imposition / Step & Repeat

Imposition adalah proses menyusun halaman-halaman pada area cetak untuk penempatan yang betul pada saat dilipat ataupun dipotong nantinya. Berguna untuk menyusun majalah/buke dengan cepat dan sesuai metode jilid yang dipakai.

Step & Repeat adalah proses menyusun duplikat design menjadi banyak item sesuai efisiensi bahan pada area cetak.

4.    RIP

RIP (Raster Image Prosessing) adalah proses untuk mengubah data digital menjadi data raster/blok yang akan dituliskan pada plat cetak, pemisahan warna untuk masing-masing plat dalam bentuk TIF file.
Proses RIP membutuhkan input seperti : bentuk dot yang dipakai, kemiringan sudut raster, dan lain-lainnya.

5.    Plate Processing

Proses pembuatan TIF file menjadi plat dengan Computer to Plate (CTP) dengan laser yang “melukis” pada plat baru sehingga design ter-transfer ke plat untuk masing-masing warnanya.
Proses pada CTP biasanya dilanjutkan dengan unit Processor untuk pencucian plat yang pada akhirnya plat siap dipakai.

Semua yang tertulis pada artikel kali ini adalah proses prepress/pracetak yang bersifat standar. Artinya masih sangat dasar dan baku.
Diluar itu masih ada proses Quality Control pada hasil prepress/pracetak dengan segala alat-alat pengukur dan parameter-parameternya.
Selain workflow prepress yang bersifat standar, masih dikembangkan lagi jika ada kebutuhan akurasi warna, arah warna dan kestabilan warna.

Itu semua akan dibahas pada artikel mendatang, sampai jumpa.

Selengkapnya terdapat pada Indonesia Print Media Edisi 92 Januari - Februari 2020 dan Edisi Edisi Berikutnya

_________________________________________________________________________

Penulis adalah prakisi senior dan konsultan dalam bidang Printing & Packaging
selama lebih dari 30 tahun khususnya dalam bidang PrePress dan Warna.

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!