Visitor

 
Home Fokus Berita Liputan Khusus Print Media Printing Forum 2021
17
Jul
2021
Liputan Khusus Print Media Printing Forum 2021

Ditengah pandemi yang belum berkesudahan, majalah Print Media bersama team pengembang Ngobras Print Media, acara yang sempat mengudara selama beberapa waktu lamanya, serta Ruang Vokasi yang mencoba masuk kedunia edukasi terutama tentang Printing, didasari dengan spirit yang sama,

Kami ingin memberi dorongan positif, motivasi serta kesempatan bagi insan percetakan, baik itu praktisi, company, corporate, akademisi, suplier, prinsipal dan pemerhati industri percetakan, untuk berdiskusi terkait situasi yang ada dan prospek serta tren bisnis kedepan industri percetakan Indonesia

Sejalan dengan itu, pada bulan Mei-Juni 2021, Majalah Print Media merayakan edisi cetak yang ke 100 sejak penerbitan yang pertama pada November 2003. Tentunya hal ini menjadi sesuatu yang kita syukuri.

Menyambut terbitnya edisi ke 100 majalah Print Media Indonesia, yang berarti pula telah kurang lebih 18 tahun, majalah Print Media Indonesia turut meng-edukasi dan membangun dunia grafika di tanah air melalui artikel dan tulisan-tulisannya. Untuk itu, majalah Print Media Indonesia menyelenggarakan satu acara seminar atau talkshow yang digelar secara virtual selama 4 hari berturut-turut dengan tajuk “PRINT MEDIA PRINTING FORUM 2021”

Kami berharap Print Media Printing Forum ini menjadi ajang silahturahmi, diskusi terbuka dan edukasi. Memperkenalkan teknologi dan solusi-solusi terbaru terkait dengan dunia printing dan

grafika kepada masyarakat Indonesia

Event ini telah dilaksanakan selama 4 hari, dari tgl 14 – 17 Juni 2021, secara virtual, melalui webinar yang setiap harinya berlangsung dari jam 10.00 sampai 15.00 wib yang mana di bagi dalam 2 sesi setiap harinya.

Sesi pagi diisi dengan diskusi panel dan siangnya kita membicarakan solusi dan edukasi terkait dengan thema yang dibicarakan pagi harinya.

Webinar ini ditayangkan secara live melalui media sosial Facebook:

https://www.facebook.com/groups/indonesiaprintmediamagazine

Agenda:

Hari Pertama, Senin, 14 juni 2021

·         Sesi 1: Tren Media Cetak menuju era 5.0

·         Sesi 2: Creative Mechandising Printing with direct to Garment (DTG)

Hari ke Dua, Selasa, 15 Juni 2021

·         Sesi 1: Tren Digital Printing

·         Sesi 2: Teknologi terbaru di Industri Kreatif

Hari ke Tiga, Rabu, 16 Juni 2021

·         Sesi 1: Tren Cetak di Industri Garment

·         Sesi 2: Tren Bisnis Printing setelah Pandemi

Hari ke Empat, Kamis, 17 Juni 2021

·         Sesi 1: Tren Cetak Kemasan

·         Sesi 2: Automation to Maximize Production

Hari Pertama, Senin 14 Juni 2021

Sesi 1

Tren Media Cetak menuju Era 5.0

Memanusiakan manusia dengan mempergunakan teknologi untuk bisnis yang berkelanjutan.

Dengan narasumber:

·         Januar P. Ruswita, Direktur Bisnis Pikiran Rakyat, Bandung

·         Agus Suryo, GM Business Development, PT. Temprina Media Grafika, Surabaya

·         Putut Suharto Putro, Kepala Divisi Pemasaran dan Perdagangan, PT. Temprint, Jakarta

·         Sugeng B. Rahardjo, Quality Manager, Gramedia Printing Cikarang

Industri Media cetak sudah mengalami penurunan sejak 2015 sampai 2020, ditambah situasi pandemi yang masih berjalan sampai saat ini. Ditambah belanja iklan yg juga turun cukup signifikan 2015 belanja iklan di media cetak masih Rp. 30,8 T pada tahun 2019 sudah turun menjadi Rp. 22 T, terlihat dalam data yang ditampilkan Januar P. Ruswita, namun ada peningkatan belanja iklan di media online dan media social dari Rp. 3,51 T pada tahun 2015 menjadi 13,3 T pada tahun 2020.

Terkait pertanyaan: Apakah Media Cetak Masih Ada di Era Inovasi Digital?

Media cetak diyakini tetap ada bahkan menjadi eksklusif, meski media digital sudah banyak dipakai untuk mencari dan mendapatkan informasi

Kombinasi media cetak, media online, dan media sosial, akan saling melengkapi dan memenuhituntutan perkembangan jaman dan kebutuhan publik.

·         Media cetak dengan kedalaman isi berita.

·         Media online dengan updating perkembangan beritanya.

·         Media social dengan kelebihan video dan audionya dari berita terkait dan interaksi dua arahnya.

Media cetak punya kesempatan tampil menjadi media yang punya pengaruh dan terpercaya, serta bertindak sebagai clearing house dan fact checker. Berita media cetak harus tetap mengedepankan faktualitas dan verifikasi (seleksi, konfirmasi, editing, balance, sensitivitas, empati, antisipasi, pemenuhan kode etik jurnalistik)

Kesimpulan yang dapat diambil dalam diskusi sesi ini adalah :

Selengkapnya terdapat pada Indonesia Print Media Edisi 100 Juli - Agustus 2021

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!