Polling

Dari mana Anda tahu website Indonesia Print Media ?
 
Home
04
Sep
2020
Siegwerk meluncurkan pernis UV flexo & tinta offset untuk daur ulang kertas dan kemasan

Dengan pengembangan pernis UV flexo baru dan tinta offset UV untuk pencetakan komersial dan kemasan, Siegwerk memperluas penawaran solusi deinkable yang lebih meningkatkan daur ulang kertas berlapis UV dan produk cetak papan. Demikian siaran pers Siegwerk pada Kamis 3 Sept 2020.

Siegwerk, salah satu penyedia tinta cetak global terkemuka untuk aplikasi dan label kemasan, telah mengembangkan seri tinta offset UV baru dan pernis UV flexo dengan sifat penghilangan tinta yang luar biasa untuk pencetakan komersial dan pengemasan. Solusi yang baru diluncurkan meningkatkan daur ulang kertas dan kemasan papan berlapis UV serta mendukung target daur ulang khusus bahan sesuai dengan Petunjuk Kerangka Kerja Limbah UE (2008/98 / EC) dan Petunjuk Pengemasan dan Pengemasan Limbah (94/62 / EC) ).

Untuk daur ulang kertas dan papan serat baru, penting agar film tinta dan pernis difragmentasi menjadi partikel hidrofobik kecil (anti air) selama proses daur ulang agar terlepas dan lebih mudah dipisahkan dari serat substrat. Tetapi tinta UV standar saat ini masih sering menunjukkan deinkabilitas yang sangat buruk karena membentuk lapisan yang tahan secara mekanis, padat, dan kimiawi yang melekat kuat pada serat selulosa seperti lapisan plastik perekat. Oleh karena itu, sulit untuk dihilangkan selama proses daur ulang yang mengakibatkan timbulnya bintik-bintik warna yang besar pada kertas daur ulang. Penelitian juga menunjukkan bahwa cetakan yang dilapisi dengan pernis dispersi berbasis air dan pernis flexo yang menyembuhkan UV, mirip dengan tinta standar UV, sangat sering menimbulkan masalah selama proses daur ulang kertas dan papan yang menghilangkan tinta.

Selama proses daur ulang, lapisan pernis yang dicetak terfragmentasi menjadi ...

 
24
Aug
2020
Penerapan STANDARISASI PROSES CETAK OFFSET untuk memenangkan PERSAINGAN

 

Disusun oleh : Lathi Harhary M.S. (consultant)

Bagian dari bisnis adalah “PERSAINGAN”. Sering kali ditemui kondisi pada suatu perusahaan dimana hal tersebut pasti terjadi dalam hal pemasaran dan penjualan. Kejadian ini adakalanya menjadi keluhan staf pemasaran dan penjualan bahwa mereka kehilangan peluang karena kompetitornya memberikan penawaran harga yang lebih rendah, sedangkan bagian kalkulasi maupun produksi sudah berusaha menghitung atas dasar harga bahan dari perusahaan pemasok yang paling murah. Baik bahan-baku tersebut sebagai bahan-baku pokok seperti kertas/karton maupun bahan-baku penunjang (consumables) proses produksi lainnya, seperti tinta, fountain solution, blanket, cairan pencuci dan lain-lainnya. 

Bahkan, fenomena (persaingan) ini sering terjadi antara perusahaan yang telah lama berdiri dengan perusahaan yang boleh dibilang masih baru. Dan secara umum perusahaan lama tersebut biasanya (masih) menggunakan mesin atau peralatan relatif sudah lama sedangkan perusahaan yang baru, peralatan dan mesin-mesinnya (biasanya) lebih baru. Begitupun karyawan-karyawannya, sudah tentu secara logika perusahaan lama akan mempunyai tim produksi yang lebih “pengalaman”.

Seperti kita ketahui, pada industri percetakan; kualitas, standarisasi dan kestabilan hasil (produksi) menjadi tuntutan dan syarat utama dari konsumen, dimana pada umumnya konsumen memang berinteraksi langsung dengan produsen. Sehingga produsen dalam hal ini percetakan, akan melakukan proses produksi atas dasar pesanan konsumen atau oleh pemberi order dengan permintaan (tuntutan) spesifik bahkan ada kalanya dengan syarat  khusus sesuai jenis order itu sendiri. Hal ini tidak terjadi pada industri lain pada umumnya, dimana kualitas dan standar maupun kestabilan ditentukan dan diukur oleh produsen itu sendiri.

Jadi, dalam hal ini tidak ada komunikasi langsung antara produsen terhadap konsumen. Dengan dua kondisi seperti yang diutarakan  tersebut, suatu perusahaan sudah seharusnya menerapkan standarisasi proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas, stabil dan konsisten sehingga bisa meningkatkan efesiensi dan produktivitas serta bisa memenuhi ekspektasi pelanggan yang pada akhirnya bisa mengurangi kesalahan, yang akan mempengaruhi harga akhir dari suatu produk.

Dalam percetakan, Penerapan STANDARISASI PROSES PRODUKSI akan ...

 
24
Aug
2020
Density vs L a* b*, L C h

Oleh : Herman J. Kesumahadi

PIXS (Printing & Packaging Integrated Xtra Solution) Consultant

Sepertinya sudah tidak asing lagi jika dalam proses cetak kita mendengar kata “Density” yang biasanya dijadikan patokan untuk parameter warna, dan ditambahkan dengan parameter “Dot Gain” untuk meng-control persentase raster. Masih banyak insan cetak di Indonesia yang masih berpatokan hanya dengan 2 elemen tersebut dan merasa cukup untuk mendapatkan kualitas cetak yang dirasa baik.

Sedangkan sebetulnya sudah lama kita dengar dan mungkin sudah banyak yang tahu akan akan adanya parameter yang disebut  “L a* b* & L C h”. Ini adalah parameter yang sekarang banyak dipakai di seluruh dunia dalam proses cetak mencetak untuk mendapatkan hasil yang baik dan stabil, baik dalam satu sesi cetak, ataupun mendapatkan warna yang sama dalam melakukan cetak repeat order.

Mari kira bahas parameter-parameter tersebut yang disebut-sebut cukup sebagai parameter untuk mendapatkan kualitas cetak yang baik.

DENSITY & DOT GAIN

Adalah parameter untuk ketebalan tinta diatas substrate cetak yang diterapkan dengan nilai berbeda untuk tiap jenis substrate. Density selalu dikaitkan dengan Dot Gain untuk menilai tingkat “Gain” pada raster apakah cukup atau berlebih, jika berlebih maka Gain dikendalikan dengan kurva linearisasi.

Density untuk warna proses (CMYK) biasanya di-standard-kan untuk ...

 
24
Aug
2020
Tips Merawat Pisau Pemotong Kertas

Mesin potong kertas dalam suatu industry jasa cetak adalah merupakan perlengkapan yang mutlak harus dimiliki, karena hampir semua produk cetakan dalam finishingnya harus di potong. Jenisnya secara garis besar terbagi 2 yakni manual dan otomatis. Untuk yang masih menggunakan manual, perlu kehati-hatian dalam menggunakan mesin potong tersebut, karena jika tidak kertas yang dipotong bentuknya tidak presisi atau tidak sesuai harapan bahkan bisa melukai para penggunanya.

Untunglah saat ini sudah ada mesin potong kertas modern, selain mampu memotong banyak kertas dengan waktu yang cepat, juga mampu meminimalisir kesalahan. Namun kesalahan pada mesin bukan tak mungkin terjadi, akan tetap ada.

Pengertian dari mesin potong kertas itu sendiri adalah mesin yang digunakan untuk memotong kertas, entah itu pada bagian awal penentuan ukuran kertas sebelum pencetakan ataupun setelah pencetakan dengan tujuan merapihkan sisi kertas guna dilanjutkan kepada bagian penjilidan ataupun proses Post Press lainnya. Alat pemotong kertas, sangat banyak ragam atau jenisnya, ada yang manual, semi otomatis, dan otomatis, dan yang dibahas dalam uraian ini adalah alat potong kertas yang banyak digunakan pada perusahaan UMKM seperti Copy Center yang jenisnya atau sifatnya bukan otomatis. ...

 
23
Jul
2020
Bisnis harus “berinovasi & bertransformasi’ agar menjadi kompetitif pasca Covid-19

Andreas Diantoro, Managing Director, SAP Indonesia

  • Survey SAP menyatakan bahwa 40% bisnis sedang mengadopsi pendekatan “wait and see”, berharap untuk memulai kembali ke 'normalitas  sebelumnya'
  • Transisi untuk menjadi intelligententerprise’sangat penting untuk menciptakan model bisnis dan sumber pendapatan yang baru

SAP SE (NYSE) pada 14 Juli 2020 mengumumkan hasil survei kepada 4.500 pemimpin bisnis di Asia Tenggara, mengungkap sejauh mana dampak COVID-19 pada bisnis di seluruh kawasan, dan kekhawatiran tentang prospek jangka panjang.  aksesDiumumkan pada acara perdana virtual SAP Forward Together bertajuk “kenyataan bisnis yang baru”, survei mengungkapkan bahwa 40% dari bisnis yang disurvei masih mengadopsi pendekatan "wait and see" dalam menanggapi pandemi.

Dalam konteks yang lebih luas, hal ini akan membantu negara-negara di Asia Tenggara mempertahankan statusnya sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia yang mendukung konsumen dan bisnis. Era digital berkembang menjadi era ‘cerdas’ dimana bisnis menghadapi tantangan baru ditengah gangguan digital dan aturan main yang baru. Perusahaan-perusahaan yang menang adalah mereka yang bertransformasi melalui inovasi, terlebih lagi di era disrupsi digital saat ini diperparah oleh pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan ekonomi dunia mengalami periode ‘reset’ untuk ‘rebound’. Waktu untuk bersaing sudah dimulai kembali, dan negara-negara yang bergerak cepat sekarang ini akan menjadi yang terdepan, sementara yang lain tertinggal,” kata Rachel Barger, President & Managing Director, SAP South East Asia.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 3 of 120

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!