Visitor

 
Home Jendela Berita TIDAK TAHU, TIDAK TAHU, TIDAK TAHU
19
Sep
2012
TIDAK TAHU, TIDAK TAHU, TIDAK TAHU

Keberhasilan, kebahagiaan, dan ketenangan hidup seseorang sangat bergantung pada  tingkat ke-tahu-an atau pengetahuan yang dimilikinya. Karenanya semua  agama mengajarkan untuk  memerangi ketidaktahuan, yaitu dengan belajar, belajar, dan belajar.

Setelah beberapa saat  larut dalam perayaan  Hari  Kemerdekaan RI yang  ke-67, kini kita dihadapkan kembali pada  dunia usaha masing-masing.untuk berkarya dan  mencari peluang keberhasilan dalam rangka mengisi kemerdekaan . Perencanaan sangat penting agar tercipta  efisiensi dan efektivitas dalam berusaha. Antisipasi diperlukan untuk  menyiapkan kemampuan dalam mencari solusi saat menjalankan rencana. Memang, pada umumnya apa yang terjadi di  masa depan tidak selalu sesuai  dengan yang direncanakan. Tetapi, seringkali kita bisa memprediksi dengan cukup akurat jika kita siap dengan data dan rencana sebagai antisipasi di masa yang akan datang. Dengan kata lain, akan jauh  lebih baik memiliki satu-dua rencana utama dan beberapa rencana cadangan daripada menghabiskan waktu serta energi tanpa rencana dan persiapan sama sekali untuk mengantisipasi masa depan.

Secara tidak langsung, rencana yang kita buat untuk mengantisipasi masa depan juga dapat memperkuat mental kita. Karena, kita akan berusaha menguatkan mental untuk  gigih memperjuangkan rencana tersebut dan memiliki antisipasi terhadap kemungkinan gagal dalam mencapainya. Ketakutan dan kecemasan dalam menjalankan rencana bisa direduksi bahkan dieliminir dengan menanamkan sikap berani untuk terus maju dan  pantang menyerah. Sama halnya seperti kita menyediakan hati yang lapang sebelum menemui orang atau kejadian yang bisa menyulut kemarahan. Kita bisa bersiap untuk memberikan pengertian dan mampu memaafkan. Antisipasi seperti ini akan menghindarkan kita dari penyesalan di kemudian hari akibat kemarahan spontan, tanpa berpikir panjang.

Menyadari  potensi diri dan keadaan sekitar merupakan modal awal dalam membuat rencana masa depan.  Selanjutnya diperlukan  aksi konkrit dan tujuan yang jelas untuk mewujudkan rencana. Dengan demikian,  kita akan lebih termotivasi untuk bertindak dan  melaksanakan rencana yang memiliki tujuan serta memberikan pengharapan untuk sukses. Sebaliknya, jika kita gagal/tidak membuat rencana apapun, dapat dikatakan kita berencana untuk gagal. Kurangnya antisipasi akan mengakibatkan keteledoran dan kerugian.

Rencana yang baik berisi langkah-langkah yang terarah menuju tujuan beserta antisipasi terhadap kemungkinan timbulnya rintangan. Dengan rencana dan antisipasi, kita akan lebih siap menjalankan usaha, meraih sasaran, dan menghadapi ancaman kegagalan. Alasan yang seringkali dilontarkan   orang sehingga menjadi  ragu-ragu dalam menjalankan rencana atau  berusaha  adalah  terlalu banyaknya pertimbangan. Pertimbangan yang matang memang diperlukan untuk memulai langkah, tetapi seringkali orang lebih suka terus  beralasan dan tenggelam dengan beribu pertimbangan dalam  pikirannya tanpa bersegera  mengambil tindakan konkrit.

Membuat rencana tidak berarti kita harus mengetahui secara detail prosedur atau langkah demi langkah dari rencana yang ingin dicapai. Rencana yang baik adalah yang realistis dan fleksibel terhadap potensi perubahan sehingga kita telah  mempersiapkan diri  dengan beragam antisipasi.

Metode pencapaian kesuksesan yang terburuk adalah tidak memiliki rencana aksi dan antisipasi. Berarti kita hanya mengandalkan kebetulan dan keberuntungan belaka. Akan lebih baik jika kita memaksimalkan peran takdir dengan memperbaiki nasib kita sendiri secara aktif. Karenanya buatlah rencana aksi dan antisipasi yang bisa dengan mudah beradaptasi, tidak kaku, serta bekali diri dengan  keberanian. Berpikirlah secara  kreatif sehingga kita selalu  siap berinovasi di tengah jalan, saat  rencana berjalan tidak sesuai harapan. Jangan takut atau malah mundur, terus maju meraih masa depan yang lebih baik  berbekal rencana aksi dan antisipasi.

Ingatlah dan semoga kita  tidak terinfeksi penyakit sebagian orang yang mengatasnamakan ketidaktahuan tentang  apa-apa,  tidak tahu apa yang terjadi, tidak tahu mengapa bisa terjadi  begitu, tidak tahu apa alatnya, tidak tahu di mana mendapatkannya, tidak tahu bagaimana caranya, dan sebagainya,. sebagai alasan akan  malasnya membuat rencana dan antisipasi masa depan. Karenanya belajar, belajar, dan belajarlah selama hayat masih dikandung badan. Semoga.

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!