Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini719
mod_vvisit_counterKemarin865
mod_vvisit_counterMinggu ini4843
mod_vvisit_counterMinggu lalu5470
mod_vvisit_counterBulan ini21999
mod_vvisit_counterBulan lalu21247
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung391947
Kami Memiliki: 8 guests online
Home Kilas Berita Tentang Kurikulum 2013 : DPR Menunggu Jawaban Kemendikbud RI
05
Apr
2013
Tentang Kurikulum 2013 : DPR Menunggu Jawaban Kemendikbud RI

Sebagaimana diberitakan pada Print Media edisi sebelumnya rencana penerapan kurikulum yang akan dilakukan secara bertahap, mulai  tahun ajaran 2013-2014, salah seorang anggota Panja (Panitia Kerja) Kurikulum DPR RI Ferdiansyah mengatakan pihaknya hingga hari ini (25/2-13) masih menunggu karena belum menerima pemaparan lengkap dan detail dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait dengan rencana implementasi kurikulum 2013 tahun ini.

Lebih lanjut Ferdiansyah menjelaskan kepada media, empat hal pokok yang harus dipaparkan Kemendikbud terkait implementasi kurikulum 2013”, adalah :

Pertama, penjelaskan secara tertulis dengan disertai dokumen lengkap tentang pembengkakan jumlah dan perincian anggaran kurikulum dari awalnya Rp. 684,4 miliar menjadi Rp.2,4 triliun.

Kedua, menyerahkan dokumen lengkap kurikulum 2013 yang terdiri dari naskah akademik penyempurnaan kurikulum, rasionalisasi kerangka dasar dan struktur standar kompetensi, standar isi, standar proses, standar penilaian, pedoman implementasi kurikulum, serta kompetensi inti dan kompetensi dasar SD,SMP,SMA dan SMK.

Ketiga, panja kurikulum menegaskan bahwa pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan harus tercantum secara eksplisit didalam semua tingkatan pendidikan.

Keempat, panja kurikulum meminta Kemendikbud mempertimbangkan isi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Kebahasaan agar bahasa daerah bisa mendapatkan tempat dan kedudukan dalam kurikulum baru.

“Empat data itu yang kami minta. Paling lambat harus diserahkan akhir Februari 2013 agar setelah tiga hari kerja kami terima, biar langsung dilakukan rapat dengar pendapat lanjutan” katanya.

Sementara itu, dalam menanggapi hal itu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang pendidikan Musliar Kasim menyatakan pihaknya akan segera memberikan dokumen final serta finalisasi anggaran kurikulum 2013 kepada DPR.

“Akhir Februari itu kan masih ada tersisa dua hari lagi. Jadi jangan saat ini dibilang kami belum juga memberikan finalisasi dokumen itu,” ujarnya.

Musliar juga menolak anggapan bahwa anggaran kurikulum mengalami pembengkakan. “Sebenarnya tidak ada pembengkakan. Anggaran itu kita gabungkan dengan anggaran rutin yang selalu ada disetiap tahun ajaran baru.”

Ia menjelaskan alokasi anggaran untuk kurikulum sendiri hanya Rp.700 miliar. Namun,untuk anggaran rutin seperti pelatihan guru dan pencetakan buku turut ditambahkan kedalam anggaran untuk kurikulum tersebut sehingga jumlahnya menjadi sekitar Rp.2,4 triliun.

“Pelatihan guru juga pencetakan buku itu kan selalu ada tiap tahun ajaran baru. Kebetulan tahun ini ada kurikulum baru, jadi dilaksanakan sebagai bagian kurikulum baru,” jelasnya.

Menurut Musliar, tenggat penyerahan hingga akhir Februari telah disetujui oleh DPR dan Kemendikbud. “Jadi tunggu saja sampai akhir Februari akan kami berikan.”

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download untuk mendapatkan Formulirnya !!!