Home Pendidikan Pentingnya Konsep dalam Berkarya Foto
24
Dec
2018
Pentingnya Konsep dalam Berkarya Foto

Pentingnya Konsep dalam Berkarya Foto

 

Oleh: Yulius Widi Nugroho, S.Sn, M.Si.

Pada karya fotografi, sering ada pertanyaan-pertanyaan; Seperti apa definisi foto yang bagus itu? Bagaimana membuat foto yang bagus itu? dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaansederhana itusering sekali terdengar namun terkadang susah untuk menjelaskannya, karena banyak hal yang harus dijelaskan dengan pikiran terbuka.Bisa saja jawaban tentang definisi foto bagus untuk pemula cukup praktis, misalnya foto yang bagus adalah foto yang exposure-nya benar, memiliki komposisi yang enak dilihat, sesuai dengan teori dasar fotografi, dan sebagainya. Namun jawaban akan berbeda soal jika pertanyaan foto bagus seperti apa itu terlontar dari seorang fotografer senior yang sudah paham betul tentang teori dasar fotografi dari mulai exposure sampai kualitas pencahayaan.Selengkapnya klik judul link diatas

 

Definisi foto yang bagus bagi fotografer yang ahlitak cukup foto yang tajam, pas exposuredan komposisinya. Mungkin bagi mereka, foto bagus adalah foto yang sesuai dengan imajinasiatau keinginan fotografernya, dan sudah tidak lagi soal teknis tapi sudah mencapaitujuan dari konsep fotonya.Menurut salah satu fotograferIndonesia, (almarhum) Kristupa Saragih;Fotografer tingkat mahir lebih kritis menyikapi definisi foto bagus. Pembahasan teknis sudah hapal di luar kepala. Definisi foto bagus bagi fotografer tingkat mahir adalah foto yang menginspirasi pemirsanya. Ketika foto dipampangkan, kritisi foto dengan mempertanyakan, “Does the picture inspire people?”

Lalu, pertanyaan kedua; bagaimana cara mendapatkan foto yang bagus tersebut? Jawabanya mengikuti yang awal tadi, tidak cukup hanya memahami teori dasar fotografi saja namunimajinasi dan konsep dari fotografer menentukan segalanya.

Sejarah tentang Fotografi Konseptual

Sedikit mengutip sejarah seni, ada Neoklasik selama Revolusi Industri pada tahun 1700-an, Impresionisme selama Perang Perancis-Prusia pada tahun 1800-an, dan Seni Pop pada tahun 1960-an. Dalam fotografi, ada istilah Fotografi Konseptual yang relatif lebih muda yang berasal dari Seni Konseptual, suatu gerakan pada akhir tahun 1960-an, hasil karyanya lebih diutamakan daripada estetika dan bahan-bahan tradisional, dimana ide atau konsep lebih penting daripada pelaksanaan itu sendiri. Keterlibatan fotografi pada tahap awal adalah mendokumentasikan pertunjukan, karya rupa seperti lukisan dan patung, kemudian menerjemahkan ide-ide dan konsep ke dalam foto.

John Hilliard (ahli konsep fotografi) dari Lancester College of Art dan Saint Martin School of Art, dia mulai memanipulasi proses fotografi dan hasil-hasilnya, dan 30 tahun kemudian hasil karyanya berkembang dengan chroma yang lebih kuat, mendorong pemrosesan dan saturasi. Berbeda dengan John Baldessari, seorang seniman konseptual Amerika, melakukan pendekatan terhadap fotografi konseptual dengan cara melakukan eksploitasi pada narasi yang berpotensi untuk menciptakan foto yang menggugah penikmat karya fotonya. Meskipun metode kreasi dari dua seniman foto itu berbeda, namun mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengeksplorasi suatu ide atau konsep melalui fotografi.

Konsep Pada Sebuah Karya Fotografi

Konsep dalam karya seni (dalam hal ini fotografi) memang berangkat dari konsep seni seperti media seni rupa lainnya. Woodruf mendefinisikan konsep sebagai suatu gagasan/ide yang relatif sempurna dan bermakna suatu pengertian tentang suatu objek produk subjektif yang berasal dari cara seseorang membuat pengertian terhadap objek-objek atau benda-benda melalui pengalamannya setelah melakukan persepsi terhadap objek benda. Sedangkan Soedjadi mendefinisikan konsep adalah ide abstrak yang digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangakaian kata. Kemudian pada perkembagannya konsep fotografi bisa mengikuti kebutuhan menyesuaikan genre fotonya, tidak selalu tentang seni tapi ada pertimbangan-pertimbangan yang lebih kuat seperti kepentingan bisnis, budaya, bahkan subyektivitas dari klien (pemesan foto).

Semua genre foto harusnya mempunyai konsep, bahkan foto liputan pun juga memiliki konsep, berbagai konsep pada foto liputan misalnya; fotonya harus terang dan menceritakan kejadian yg diliput, atau foto tidak hanya merekam urutan kejadian tapi bisa kejadian-kejadian yang tidak direncakan (candid), dan sebagainya. Dari contoh-contoh konsep foto liputan tersebut, fotografer bisa menentukan style yang akan diterapkan, speed lambat/cepat, menggunakan lensa tele/wide, dan sebagainya.

Untuk berbagai macam genre foto, konsep dasar sebelum pemotretan harus ditentukan fotografer agar bisa membuat pertimbangan, misalnya mau lokasi seperti apa, model yang bagaimana, dan seberapa kebutuhan untuk teknis lighting, dan sebagainya. Misalnya untuk eksekusi foto produk untuk iklan, biasanya sudah ditentukan konsep foto seperti apa yang mau dibuat. Dari pesanan klien diteruskan oleh creative director untuk membuat storyboard untuk menjelaskan karakter produk untuk menentukan hasil fotonya seperti apa, dan itulah konsep dasarnya.

Berikut beberapa tips untuk menentukan Konsep Foto:

  1. Fotografer harus jelas mau membuat foto tentang apa, karena semua kegiatan fotografi berawal dari sini. Misalnya untuk foto komersial, jelas kebutuhan berasal dari klien yang menginginkan sesuatu untuk ditampilkan di karya foto.
  2. Fotografer memikirkan gambaran visualnya seperti apa berdasarkan tujuan awal, biasanya menggunakan gunakan imajinasi dan pengalaman pribadi fotografer.
  3. Dari gambaran visual, fotografer dapat diperkirakan hal-hal teknisnya, misalnya kamera, lighting, kostum, lokasi, model, dsb.
  4. Tentukan eksekusi hasil akhirnya, yaitu penyajian karya akhir apakah untuk iklan cetak, iklan digital, untuk album foto, atau disajikan sebagai karya seni yang membutuhkan tampilan pendukung.

Tujuan dalam membuat konsep foto adalah mempermudah dan memperlancar eksekusinya/mengerjakannya, jadi bukan mempersulit proses produksinya. Konsep dalam fotografi bisa didapatkan dari kreativitas fotografer, misalnya konsep foto preweding yang biasanya menampilkan foto mesra dan indah, bisa dicoba sekali-kali membuat konsep foto prewed dengan aksi natural, seolah bermain-main, nakal, dan sebagainya. Sebagai tips untuk mengeksplorasi kreativitas, jangan takut mencoba untuk membebaskan pikiran dari pakem fotografi, misalnya komposisi yang unik, angle yang ekstrem, hingga editing foto yang bisa menggabungkan hal-hal yang di luar kebiasaan, agar hasil foto bisa menempel di benak orang yang melihatnya dan tak terlupakan.

Eksplorasi Konsep Fotografi

Konsep dalam fotografi merupakan pernyataan suatu ide fotografer dalam sebuah foto, dan pernyataan tersebut bisa dilihat dari objek foto ataupun teknik yang digunakan. Dari sisi komunikasi, foto dapat dikatakan bagus jika konsep yang telah disusun fotografer dapat dipahami oleh orang yang melihat foto itu. Sebuah komunikasi dinyatakan efektif jika pesan ... selengkapnya terdapat pada majalah cetak dan on line INDONESIA PRINT MEDIA edisi 85 Nov-Des 2018

Info :

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

WA : 0811808282

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!