Visitor

 

Sosial Media

Home Catatan Kaki DRUPA 2012…. TEKNOLOGI DIGITAL VS KONVENSIONAL…?
29
Jul
2012
DRUPA 2012…. TEKNOLOGI DIGITAL VS KONVENSIONAL…?

Oleh : Kikie Nurcholik, Sekjen Komunitas Printing Indonesia

 

Apa pokok yang bisa diambil dari Pameran Drupa 2012?

Apa yang baru dan menarik di Pameran itu?

Kearah mana peluang industri cetak ini lebih berkembang?

Kita mungkin akan bertanya kepada  siapapun yang baru saja kembali dari drupa 2012….

Saya membuat beberapa catatan  tentang drupa,dan mencoba membuat analisa  dari beberapa pengamatan dan informasi yang saya baca dan saya terima dari diskusi saya dengan teman teman yang berkunjung ke sana,ternyata begitu menarik dan selalu ada yang baru walaupun lebih bersifat “monoton”

Dalam catatan saya, berikut iniadalah beberapa pengamatan umum tentang drupa 2012
Tema yang mendominasi di drupa 2012 adalah otomatisasi, percetakan kemasan, digital printing, teknologi hybrid, Web to Print, aplikasi cetak dan pencetakan yang ramah lingkungandan lainnya...

40% dari pengunjung mengatakan mereka tertarik dengan mesin cetak digital dan sistem digital printing, Juga menarik perhatian besar adalah tema masa depan cetak elektronikyang disorot di drupa dalam berbagai bidang.


Saya jadi teringat beberapa tahun terakhir, yang disebut teknologi inkjet baru yang ‘radikal’ katanya akan jadi momen yang paling diminati,ternyata pernyataan ini boleh kita benarkan…, terbukti denganberita yang cukup mengejutkan bahwadi drupa 2012 ini,tiga pemasok terkemuka peralatan mesin cetak yang memiliki lisensi, secara bersama sama akan melakukan ‘kolaborasi’untuk pengembangan teknologi ini, sedangkan pemasok lain offset, datang ke drupa dengan teknologi inkjet baru sendiri,

Ada pemikiran, jika presentasi teknis di drupa membuktikan, bahwa lokasi dari  bisnis digital untuk pencetakan  lebih menguntungkan,  di mana berbagai digital diperkirakan memiliki“added value” lebih, dimana digambarkan semuanya berjalan begitu efisien,  maka seyogyanya para pegiat grafika  Indonesia –khususnya yang masih harus menggunakan konvensional-  mulai menyikapi bahwa peluang ini tak hanya sekedar ajang mencari keuntungan atau kemudian membanting harga, melainkan juga sebagai sebuah motivasi dan inovasi untuk sanggup membuat pengembangan dari ‘teknologi konvensional’ agar dapat bersaing, dan  ‘bekerja’ mirip dengan teknologi digital tadi… (bisa nggak yaa..?)


Dan kalau mendengar lagi,  pernyataan tentang  proses digital ternyata mencapai biaya terendah dibandingkan proses konvensional, maka sepertinya kita  harus lebih  inovatif… ,  ini merupakan tantangan yang harus kita kembangkan, bila kita masih sebagai pengguna proses konvensional bukan..?

Saya berpemikiran, tidak mungkin membayangkan drupa tanpa konvensional offset lithografi, dan ini bukan untuk mengatakan bahwa drupa telah berubah menjadi pertunjukan digital printing atau bahwa proses-proses konvensional dalam kondisikehilangan kekuatan “pesona” dalam sebuah  pameran.

Satu alasan adalah bahwa sistem digital telah membuat terobosan lebih dalam beberapa aplikasi daripada teknologi sebelumnya dalah YA..!, mungkin karena efisien dan cepat, namun, bila bicara jumlah atau oplah mungkin akan ada pertimbangan tersendiri,  misalnya, penerbitan dan percetakan komersial, dimana ada banyak pemanfaatan digital, sebagai lawan dari produksi koran dan kemasan, dimana penetrasi digital begitu dominan hampir  tersentuh….

Menurut saya, teknologi tanpa aplikasi adalah sia-sia,  begitu pula dengan teori inovasi tanpa praktik adalah percuma…

Mungkin saat ini, sebagian besar keyakinan saya masih ada dalam fase teori,  butuh keberanian bagi saya untuk menuliskan testimoni ini.

Sebuah ‘tantangan’ bagi saya untuk berhenti mengonsep dan lebih banyak mengaplikasikannya, maka kemudian saat ini,  saya sedang mengajak diskusi banyak praktisi cetak untuk turut serta menuangkan pemikiran,  menyikapi apa yang sedang dan akan berlaku dari efek Pameran Drupa ini…

Kadang terbersit dalam pikiran saya untuk berhenti menumpuk teori. Lebih baik tidak tahu daripada tahu tapi tidak sanggup mempraktikkannya. Namun, sepertinya kita tidak bisa memilih untuk itu.

Masalahnya bukan bagaimana menolak semua teori dan teknologi itu masuk ke dalam kepala dan kehidupan kita, melainkan bagaimana teori dan inovasi serta teknologi  yang ada ini mewujud dalam kehidupan nyata lewat sebuah hasil yang efisien, berdaya guna dan sanggup membuat setiap orang yang terlibat didalamnya dapat merasakan manfaatnya…….

Bravo Drupa…, Bravo Teknologi… Semoga mambawa berkah terbaik untuk kita yang mengaku sebagai penggunanya…

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!