Visitor

 

Sosial Media

Home
19
Oct
2021
Peran Label Dalam Sebuah Kemasan Produk

Penerimaan konsumen terhadap satu produk salah satunya didasarkan pada kemasan produk dan label yang berisikan informasi terkait sebuah produk. Semakin unik sebuah kemasan akan menarik lebih banyak perhatian pelanggan.

Fungsi kemasan pada saat ini telah berubah sejalan dengan perubahan gaya hidup konsumen yang cenderung bersifat self service. Dalam ilmu marketing terdapat istilah umum “produk adalah kemasan”. Dalam hal ini, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai wadah dan pelindung, namun juga menjadi identitas produk yang menyediakan informasi produk bagi konsumen sekaligus alat promosi penjualan yang menjadi daya tarik dan dapat mempengaruhi minat beli konsumen sehingga pada akhirnya dapat menekan biaya promosi.

Label produk juga merupakan satu faktor penting yang dapat ...

menguatkan branding. Adanya label dalam sebuah kemasan bisa menjadi satu ciri khusus sebagai pembeda dari kompetitor lainnya. Dengan kata lain, label atau stiker label menjadi identitas suatu produk. Label adalah bagian yang sangat penting dari suatu produk agar konsumen dapat memperoleh produk sesuai yang diharapkan dan sehat serta aman dikonsumsi.

Label bisa berupa tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya yang disertakan pada wadah atau kemasan suatu produk dengan cara dimasukkan ke dalam, ditempelkan atau dicetak yang menjadi bagian dari kemasan tersebut. Kualitas label yang direkatkan pada kemasan harus diperhatikan. Label tidak boleh mudah lepas, tidak mudah luntur atau rusak serta terletak pada bagian kemasan yang mudah untuk dilihat dan dibaca dengan jelas.

Salah satu sektor industri besar yang menggunakan label pada kemasan adalah industri makanan dan minuman. Penggunaan label dalam industri ini harus memenuhi ketentuan  yang tercantum pada UU/No.23/1992 Tentang Produksi dan Peredaran Makanan. Makanan harus memenuhi standar persyaratan kesehatan dan label; dan periklanan tidak boleh memberikan informasi menyesatkan dari produk tersebut. Peraturan tersebut juga berpedoman kepada CAC (Codex Alimentarius Commission) dan FLG (Food Labelling Guide) yang memuat ketentuan mengenai persyaratan Mutu, label dan periklanan. Label harus memberikan informasi yang jelas, detail dan mudah dimengerti oleh masyarakat umumnya atau konsumen khususnya.

Setiap pelaku usaha pangan olahan wajib mencantumkan label pada kemasannya. Kewajiban itu diatur dalam Pasal 2 Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan (PBPOM Label Pangan) yang berbunyi:

1. Setiap orang yang memproduksi pangan olahan di dalam negeri untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran wajib mencantumkan label.

2. Setiap orang yang mengimpor pangan olahan untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran wajib mencantumkan label pada saat memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pencantuman label di kemasan oleh pelaku usaha harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam PBPOM Label Pangan juga mengatur keterangan label pangan yang harus dicantumkan. Menurut PBPOM Label Pangan paling sedikit label memuat keterangan sebagai berikut:

1. Nama Produk

Nama produk terdiri atas:

- Nama jenis pangan olahan, merupakan pernyataan atau keterangan identitas mengenai pangan olahan. Nama jenis pangan olahan harus menunjukan karakteristik spesifik dari pangan olahan sesuai dengan kategori pangan.

- Nama dagang, dapat berupa gambar, kata, huruf, angka, susunan warna, dan/atau bentuk lain tersebut yang memiliki daya pembeda.

2. Daftar bahan yang digunakan

Pencantuman daftar bahan yang digunakan merupakan daftar bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan. Bahan yang digunakan itu meliputi bahan baku, bahan tambah pangan dan bahan penolong. Pencantuman daftar bahan yang digunakan harus dicantumkan dengan jujur.

3. Berat bersih atau isi bersih Merupakan informasi mengenai jumlah pangan olahan yang terdapat di dalam kemasan atau wadah dicantumkan dalam satuan metric. Penulisan berat bersih atau isi bersih ditulis dengan:

- Padat ditulis menggunakan satuan milligram (mg), gram (g), kilogram (kg);

- Cair ditulis menggunakan satuan milliliter (ml atau mL), liter (l atau L)

4. Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor

Pencantuman nama dan alamat yang memproduksi atau mengimpor harus jelas, siapa yang memproduksi atau siapa yang mengimpor.

5. Halal bagi yang dipersyaratkan

Pelaku usaha yang memproduksi atau mengimpor pangan olahan yang dikemas eceran untuk diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib mencantumkan keterangan halal setelah mendapatkan sertifikat halal.

6. Tanggal dan kode produksi

Tanggal dan kode produksi paling sedikit memuat informasi mengenai riwayat produksi pangan pada kondisi dan waktu tertentu. Tanggal dan kode produksi dapat dicantumkan terpisah dari keterangan pada label dan harus disertai dengan petunjuk tempat pencantuman kode produksi.

7. Keterangan kadaluarsa

Keterangan kadaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen. Sama seperti tanggal dan kode produksi, keterangan kadaluarsa juga dapat dicantumkan terpisah dari tulisan “Baik digunakan sebelum”, dan disertai dengan petunjuk tempat pencantuman tanggal kadaluwarsa. Namun, ada produk yang dikecualikan dari pencantuman keterangan kadaluawarsa, yaitu roti dan kue yang mempunyai masa simpan kurang dari atau sama dengan 24 jam.

8. Nomor izin edar

Pencantuman nomor izin edar pada label harus sesuai dengan nomor pendaftaran pangan yang tercantum pada izin edar. jika pangan olahan diproduksi oleh PIRT, maka pada label harus dicantumkan tulisan “P-IRT”.

9. Asal usul bahan pangan tertentu

Keterangan tentang asal usul bahan pangan tertentu meliputi: Asal bahan pangan tertentu yang bersumber dari hewan atau tanaman, Pangan yang diproduksi melalui proses khusus.

Dengan memaparkan aspek-aspek di atas pada label suatu kemasan makanan, diharapkan dapat memberikan informasi terkait isi yang terkandung dalam produk tersebut.

Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa dst

*bams/dbs

Selengkapnya terdapat pada majalah cetak & digital INDONESIA PRINT MEDIA edisi 102 Sept-Okt 2021

Info : 0811808282