Visitor

 

Sosial Media

Home Jendela Berita Tahun Ajaran Baru Buku Cetak BSE Antara Ada dan Tiada
27
Jul
2012
Tahun Ajaran Baru Buku Cetak BSE Antara Ada dan Tiada

Sebagaimana biasanya pada setiap awal tahun ajaran baru, orang tua atau wali murid senantiaasa dihadapkan pada permasalahan buku pelajaran sekolah yang akan digunakan anak-anaknya. Kini menjelang tahun ajaran baru 2012/2013 kita menurut Print Media dihadapkan pada keberadaan BSE (Buku Sistem Elektronik) versi cetak yang sifatnya antara ada dan tiada.

Kalau sekitar 10 tahun lalu keluhan orang tua / wali murid yang mengemuka

adalah mahalnya harga buku, hingga akhirnya oleh pemerintah mencari solusi dengan membuat kebijakan baru (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 2 Tahun 2008) tentang buku, yang dikenal dengan BSE (Buku Sistem Elektronik). Buku tersebut telah dibeli hak ciptanya kemudian setelah dilayout dengan sempurna serta dinyatakan layak pakai serta disimpan pada salah satu situs Kementerian Pendidikan RI. yang dapat unduh oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

Selanjutnya lagi-lagi untuk mempermudah dan mempermurah ketersedian buku pelajaran di masyarakat, pemerintah melalui peraturan di atas mengijinkan semua pihak untuk menggandakan, mencetak, memfotocopy, mengalih mediakan dan/atau memperdagangkan buku tersebut. Namun disayaratkan harus memenuhi harga eceran tertinggi sebagaimana yang wajib dicantumkan pada cover buku yang telah ditetapkan pada setiap jenis dan judul buku.

Harga buku sekolah derastis menurun bahkan dapat  mencapai 2/3 dari harga sebelumnya, misalkan kalau sebelumnya harga buku matematika sekitar Rp. 30.000,- dengan adanya peraturan ini menjadi Rp. 10.000,-. Hitungan ini muncul karena kalkulasinya dilakukan secara khusus. Yakni, disamping hak cipta telah dibeli, sehingga tidak dihitung lagi. Ditambah lagi dengan oplah minimum ratusan ribu eksamplar, kertas HVS 70 gram dengan warna berfariasi, jenis mesin cetak yang digunakan mesin web. Biaya distribusi, diskon, rabat dan lain-lainnya, sekitar 5 persen.

Hal ini membuat sebagian besar pengusaha grafika yang selama ini terlibat dalam pengadaan buku pelajaran, seperti ; penerbit, percetakan, toko buku dan guru-guru bidang studi di sekolah sebagai ujung tombak pengguna buku tersebut, merasa kaget akan derastisnya berubahan harga buku pelajaran dan ditambah lagi dengan dicantumkannya HET (Harga Eceran Tertinggi) dalam setiap cover buku.

Akibatnya, sebagian besar pengusaha grafika terkait seperti penerbitan, percetakan, dan toko buku lebih memilih facum atau tidak produksi karena menilai pekerjaan tersebut sangat tidak menguntungkan. Hanya sebagian kecil pengusaha-pengusaha besar dari Jakarta dan Pulau Jawa yang mendukung program ini, itupun biasanya pengusaha percetakaan pengguna mesin cetak web yang mempunyai kafasitas produksi cetak yang tinggi dan cepat.  

Ternyata setelah buku khusus ini diproduksi, biaya pemasarannya termasuk distribusi yang hanya ditargetkan 5 persen dari HET, membuat buku ini kurang diminati oleh para sales dan sekolah yang selama ini menjadi salah satu mata rantai yang juga mendapat bagian sekitar 35-55 persen dari harga buku. Akibatnya sebagaimana dikatakan Usman Batubara, buku tersebut kurang tersosialisasi, buku produksi tahun 2008 pun kelihatannya masih menumpuk di gudang Pusat Buku di wilayah Kwitang Jakarta Pusat, sebagaimana diberitakan Kompas pada tanggal 3 Juli 2012 lalu.

Seiring dengan itu, menurut salah seorang pemerhati yang tidak mau disebutkan namanya, mulanyasih buku BSE ini yang ditawarkan namun belakangan ketika bukunya dibutuhkan yang disodorin buku lain (non BSE) dengan alasan karena ketidak tersediaan buku BSE-nya di pasaran, padahal penyebabnya bukan itu sampai kini masih banyak perusahaan yang menerbitkan buku ini diantaranya : Dian, Ganeca Sinergi, Sumber Bahagia, Temperina, Yudhistira, dll. Yang lebih utama penyebab ketiadaan tersebut adalah karena buku BSE kecil untungnya serta buku non BSE lebih besar untungnya ya perbandingan dapat mencapai 1 banding 10 bahkan lebih.

Akhirnya Print Media menilai perlu ada regulasi baru atau pengkajian ulang tentang berbagai kendala buku BSE ini, agar semua dapat diuntungkan. Orang tua / wali murid dapat memperoleh buku pelajaran dengan murah dan mudah serta pengusaha terkait juga dapat berkembang dengan baik. @Red

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!