Home Kertas ARTPAPER sebagai kertas coated popular yang berteknologi
07
Aug
2019
ARTPAPER sebagai kertas coated popular yang berteknologi

Untuk mendapatkan hasil cetak maksimal, maka pemilihan kertas yang sesuai sangatlah penting. Dengan pemilihan kertas yang tepat, materi desain yang sempurna dapat dituangkan dengan baik pada hasil akhir proses pencetakan itu sendiri. Ada banyak jenis kertas yang tersedia,salah satunya yang sangat populer adalah kertas coated. Kertas coated terdiri dari banyak jenis. Kertas coated yang umumnya kita jumpai antara lain kertas Art Paper/Board, kertas Cast Coated, kertas LWC, Kertas Duplex, Kertas Ivory.  Kertas Carbonless dan Thermal Paper juga di kategorikan sebagai kertas coated

Dalam industri grafika, kertas coated yang paling sering digunakan adalah kertas ...

Art paper dan kertas Cast Coated, namun dalam artikel ini akan dibahas mengenai kertas Art Paper. Artpaper merupakan kertas coated yang dicoating pada kedua sisi kertas, berbeda dengan kertas cast coated yang biasa kita jumpai dengan coating hanya pada salah satu sisi kertas.

Kertas Artpaper memiliki permukaan yang berbeda dengan kertas HVS dan sangat mudah untuk dibedakan oleh orang awam sekalipun. Kertas Artpaper biasanya memiliki permukaan yang lebih halus dan tampak ‘gloss’ meskipun ada kertas Artpaper yang nampak ‘matt’. Selain itu juga sangat mudah untuk membedakan kertas Artpaper dengan kertas Cast Coated, karena selain sisi coating yang berbeda pada kedua kertas, kertas Cast Coated juga mempunyai tingkat gloss dan kehalusan yang sangat tinggi.

Apakah yang membuat suatu kertas perlu di coated? Para pencinta dunia grafika tentu mengerti bahwa kertas HVS tidak selalu dapat mengakomodir kebutuhan cetak untuk desain tertentu dimana kita menginginkan hasil cetak yang lebih rata, lebih ‘clear’, lebih tajam dan bahkan lebih ‘gloss’.

Pada saat kertas HVS dicetak maka permukaan kertas HVS yang tidak rata dan berpori memungkinkan hampir semua bagian tinta masuk dan hanya meninggalkan sedikit bagian tinta di bagian atas permukaan kertas, sehingga warnanya kurang tajam. Sedangkan lapisan coating pada kertas art paper sangat  rapat dan halus dibandingkan dengan kertas HVS. Hal ini memungkinkan pigment tinta mengering dan tersisa lebih banyak di bagian atas kertas. Dengan demikian, warna yang dihasilkan dari proses cetak pada kertas coated jauh  lebih tajam.

Kertas HVS yang dicetak dengan image beresolusi tinggi tidak akan bisa mencapai ketajaman yang diinginkan, karena ketika tinta ditransfer ke permukaan cetak, dengan cepat tinta akan menyerap ke pori-pori kertas HVS, dan menimbulkan permasalahan dotgain (pembesaran raster) serta warna yang kurang pekat (karena sebagian tintanya sudah menyerap). Berbeda dengan kertas Artpaper yang terlapisi bahan pigmen dan bahan perekat,   kecil kemungkinan bagi tinta untuk menyerap. Biasanya proses pengeringan hasil cetakan yang menggunakan kertas Artpaper adalah dengan polimerisasi oksidasi.

 Mengapa kertas Artpaper bisa mengkilap? Kertas Artpaper terlapisi oleh lapisan pigmen yang diikat oleh bahan perekat (sizing), maka permukaan kertas akan semakin halus. Kertas coated tampak mengkilap karena pemantulan cahaya yang beraturan membuat mata kita melihat kilauan/pantulan cahaya tersebut dengan jelas. Semakin halus (biasanya disebut dengan tingkat glossy) permukaan kertas,  maka akan semakin sempurna pantulan cahayanya (semakin mengkilap).

Apakah kualitas semua artpaper yang tersedia di pasaran sama? Kualitas artpaper ditentukan oleh beberapa hal yang sangat penting, yaitu :

  1. Basepaper

Sama dengan kertas coated yang lain, Artpaper menggunakan base paper seperti HVS sebagai lapisan utama sebelum kertas dilapisi dengan coating. Base paper dengan kualitas yang konsisten tentu akan mempengaruhi kualitas Artpaper yang dihasilkan. Contoh, jika  base paper memiliki perbedaan ketebalan maka dapat menyebabkan perbedaan hasil gloss. Masalah seperti Picking juga disebabkan oleh lemahnya surface strength pada base paper dan masalah-masalah yang umum terjadi pada saat art paper dipakai bisa disebabkan oleh kualitas base paper yang kurang baik. Oleh karenanya, memilih artpaper yang diproduksi oleh pabrik kertas yang telah memiliki pengalaman dalam produksi kertas sangatlah penting.

  1. Komposisi bahan coating

Bahan coating yang dipakai dalam proses pembuatan Artpaper umumnya terdari atas 2 jenis, Pigment dan Adhesive. Pigment merupakan bagian paling atas dari coating yang bisa kita rasakan langsung dengan tangan, bagian ini berperan sebagai penentu kecerahan kertas, tingkat gloss, kemampuan penyerapan tinta dan kehalusan. Sementara Adhesive berperan sebagai penghubung antara Pigment dengan kertas dasar (basepaper).

Komposisi yang tepat antara jumlah pigment dan adhesive sangat menentukan kualitas Artpaper. Jika  terlalu banyak adhesive maka artpaper bisa menjadi kurang gloss, kurang halus dan hasil cetaknya jadi kurang rata. Sebaliknya jika terlalu banyak Pigment, maka   masalah seperti ‘Picking’ bisa terjadi pada saat proses cetak berlangsung,  dimana ada bagian cetak yang tercabut oleh bagian mesin cetak.

  1. Metode coating yang digunakan

Pemberian coating pada kertas Artpaper bisa dilakukan secara Online (seketika basepaper selesai diproduksi langsung masuk dalam mesin coater) atau secara Offline (dicoating terpisah dari mesin pembuat kertas basepaper). Penggunaan kedua metode coating  disesuaikan dengan konfigurasi fasiltas produksi  tiap-tiap manufaktur kertas. Proses  coating dalam pembuatan kertas coating umumnya terdiri atas 2 metode, yaitu:

  • Metode blade coater, dimana ‘flexible blade’ digunakan untuk membuang sisa coating pada kertas yang sudah dicelupkan ke dalam bahan coating. Metode ini menghasilkan coating dengan  gloss baik, namun memiliki kekurangan berupa ketidakstabilan pada kerataan hasil coating yang bisa menyebabkan ketidakstabilan penyerapan tinta pada permukaan coating yang sering disebut sebagai ‘mottling’.
  • Metode Air Knife, menggunakan ‘Air knife’ penyemprotan angin kencang untuk menghilangkan sisa coating pada kertas Artpaper. Metode ini menghasilkan permukaan coating yang lebih stabil dalam kerataan coating, namun sedikit rendah dalam hal kehalusan. Untuk menyempurnakan hasil coating, kertas akan diberikan perlakuan tambahan, yaitu super kalender, suatu proses dimana kertas dilewatkan pada roll-roll agar gloss kertas dan kehalusannya meningkat.

Pada saat pemilihan kertas Artpaper, seringkali kita dihadapkan pada jenis finishing apa yang sebaiknya kita pilih untuk desain yang hendak kita cetak. Apakah Matt atau Gloss? Artpaper Matt memiliki lebih sedikit coating dan mendapatkan lebih sedikit perlakuan Super Kalender dibandingkan dengan kertas Artpaper Gloss. Hasilnya permukaan coating Artpaper Matt tidak sehalus dan secerah Artpaper Matt, sehingga pemantulan cahaya yang dihasilkan oleh Artpaper Matt menjadi lebih baur. Secara  tidak langsung hal ini menjadikan Artpaper Matt lebih rendah dari segi kualitas cetak dibandingkan dengan Artpaper Gloss.  Meskipun demikian, karena kualitasnya  lebih baik dari kertas HVS, untuk desain-desain tertentu jenis Artpaper Matt adalah pilihan yang paling cocok, seperti pada katalog-katalog seni sehingga  hasil seni akan nampak lebih nyata.

Sementara Artpaper Gloss dibuat dengan  coating lebih banyak dan perlakuan maksimal pada proses super kalender. Hasilnya Artpaper dengan Gloss lebih tinggi dibandingkan dengan Artpaper Matt, dan sangat cocok digunakan untuk material promosi karena  desain cetak yang dihasilkan tampak lebih ....

Selengkapnya terdapat pada Indonesia Print Media edisi 89 Juli-Agustus 2019

Info : M/WA 0811808282