Visitor

 

Sosial Media

Home Kilas Berita Setting File Desain Untuk Digital Printing
31
Aug
2022
Setting File Desain Untuk Digital Printing

Image credit: perthprinting.net.au

Banyak permasalahan yang timbul ketika mencetak sebuah desain, antara lain gambar yang terlihat buram, pecah atau warna yang tidak sesuai. Hasil seperti ini tentunya menimbulkan kerugian bagi sipengguna, karena sudah mengeluarkan biaya cetak tetapi hasil tidak maksimal.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil printing tidak sesuai dengan desain yang telah dibuat, misal karena tidak memperhatikan resolusi file yang tepat. Karena memang ada perbedaan antara membuat desain untuk media digital dengan desain yang akan dicetak.

Berikut beberapa faktor yang mesti dipahami jika desain yang kita buat akan dicetak agar hasil yang didapat tidak mengecewakan.

Mode Warna CMYK

Ada dua  mode warna yakni RGB dan CMYK. Perbedaan paling mendasar antara keduanya adalah ...

RGB lebih ditujukan untuk tampilan atau output secara digital, sedangkan jika file ingin dicetak, maka mode warna yang digunakan adalah CMYK.

Mengapa demikian? RGB merupakan warna additive, dimana dalam tampilan digital menggunakan 16 juta warna Red, Green, Blue dalam bermacam intensitas warna. Sementara CMYK merupakan warna substractive, Cyan, Magenta, Yellow dan Black dalam bentuk dots yang dipakai untuk menghasilkan 16 ribu warna.

CMYK ini menjadi standar dalam media cetak. Tinta CMYK akan menutupi sebagian atau semua warna pada background putih dan membuat variasi warna, dimana tinta akan mengurangi cahaya dari permukaan gambar. Itulah mengapa, CMYK disebut dengan istilah substraktif.

 

Image credit: printingshoppe.com

Mode warna CMYK ini pertama kali digunakan dalam percetakan komersial pada tahun 1906 oleh Eagle Printing Ink Company. Namun mode ini baru menjadi standar/acuan untuk pencetakan 4 warna pada medio pertengahan tahun 1950.

 

Resolusi Gambar

Desain yang akan dicetak secara umum harus memiliki resolusi 300 dpi (dots per inch) untuk cetak digital pada media kertas. Sedangkan untuk media seperti banner, sticker, baliho bisa dalam resolusi 180 – 200dpi. 

Dots per inch adalah tingkat kerapatan titik warna pada sebuah gambar. Jadi, semakin tinggi resolusi gambar akan menghasilkan gambar yang bagus dan tajam. Jika satu gambar memiliki resolusi 300dpi artinya dalam 1 inch memiliki 300 titik warna.

 

Image credit: vuifah.com

Untuk itu sebaiknya, jika menggunakan gambar dari media digital seperti Google, perlu diperhatikan benar ukuran gambar atau size image yang ditampilkan. Jangan menggunakan gambar yang hanya memiliki kualitas 72dpi atau yang beresolusi rendah karena akan kehilangan kualitas ketajaman saat dicetak.

Jadi untuk mendapatkan gambar dengan resolusi tinggi, anda bisa dapatkan dengan:

1. Mengambil gambar sendiri menggunakan kamera DSLR atau kamera smartphone dengan ukuran megapixel yang memadai. Rata-rata saat ini, smartphone sudah dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi.

2. Anda juga bisa membeli gambar dari penyedia gambar online seperti Freepik, Pexels, Vecteezy, VectorStock dan masih banyak lagi.

3. Cari gambar dengan Google Image. Pada halaman pencarian, klik tombol Alat kemudian pilih Ukuran, lalu pilih Besar, untuk mendapatkan gambar dengan resolusi besar. Tetapi perlu diingat bahwa masing-masing gambar memiliki lisensi, jadi berhati-hatilah dalam memilih.

Format File

Format penyimpanan file ini berhubungan erat dengan kualitas output produksi dalam proses cetak. Untuk itu, ektensi file agar mendapatkan hasil cetak yang maksimal perlu diperhitungkan. Format file desain yang disarankan adalah PDF. Format ini merupakan yang paling umum dan ideal karena semua perangkat, baik desktop maupun mobile dapat mengakses file pdf. Selain itu, file pdf memiliki akurasi penyimpanan yang baik, meski di-compress tetapi tidak mengorbankan kualitas desain. Ukuran file-nya pun lebih kecil dibanding jika kita simpan dalam format TIFF. Tidak disarankan untuk mengirim file cetak dalam format JPG, karena akan terlihat tidak tajam dan blur.

 

Ukuran dan Ketebalan Font

Font atau huruf merupakan salah satu elemen dalam desain grafis. Pada sebuah logo, huruf dapat tampil sebagai informasi nama dari produk atau perusahaan, Font juga dapat hadir untuk mendeskripsikan produk dan informasi pendukung lainnya.

Untuk produk cetak lebih kecil, seperti kartu nama, ukuran font sangat penting. Jika teksnya terlalu kecil, akan sangat sulit dibaca. Terkadang font akan terlihat terbaca di layar komputer yang besar, namun tidak akan sama pada media bahan cetak yang sebenarnya.

Agar font atau huruf-huruf tersebut dapat ter-aplikasi dengan baik pada proses produksi cetak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Gunakan font dengan tipe Open Type Font, karena font dengan tipe ini lebih fleksibel untuk diskalakan dan memiliki fitur yang lebih luas.

2. Ukuran font minimal 6pt dengan teks satu warna atau 10 point jika full color

3. Ubah font menjadi format vector (diconvert), atau jika desain dibuat menggunakan Photoshop, lakukan Flatten Layer. Merubah font menjadi format vector untuk menghindari font berubah ketika dicetak. Atau lampirkan font pada saat desain diserahkan ke percetakan.

4. Letak posisi teks minimal 3mm dari ukuran setelah potong atau paskris.

5. Untuk teks berwarna hitam pekat, gunakan Rich Black dengan setelan warna C: 60%, M: 40%, Y: 40%, K: 100%, karena jika menggunakan 100% warna Black (K: 100%) saja akan menghasilkan warna hitam kusam. Tetapi untuk teks dengan ukuran menengah atau kecil, gunakan Pure Black C: 0%, M: 0%, Y: 0%, K: 100%.

 

Image credit: baliprintshop.com

Bleed

Setiap desain hendaknya dibuat dengan memberi batas potong. Hal ini kerap disebut dengan Bleed dan area aman untuk potong. Jadi, berikan jarak aman pada desain agar tidak terpotong. Anda bisa memberi jarak antara 3-5mm dari desain agar aman.   Image credit: baliprintshop.com

 

Bams

*/dbs: dari berbagai sumber

Selengkapnya terdapat pada majalah cetak & digital INDONESIA PRINT MEDIA edisi 107 Juli-Agustus 2022

Info +62 811 808 282

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!