Visitor

 

Sosial Media

Home Kilas Berita Cetak Foto Ukuran Besar
05
Oct
2022
Cetak Foto Ukuran Besar

Oleh : Yulius Widi Nugroho, S.Sn, M.Si.

Teknologi mencetak foto era analog sa ngat terbatas untuk masalah ukuran, cetak foto hanya sebatas seberapa besar kertas cetak foto yang tersedia. Cetak ukuran di atas 1 meter merupakan hal yang sangat susah dilakukan selain sangat mahal harga cetaknya. Oleh karena itu jaman dulu untuk menampilkan visual foto pada ukuran extra besar seperti billboard, menggunakan teknik lukis manual dengan teknologi air brush. Pelukis photorealism pertama kali eksis saat digelar The Photographic Image di New York pada era 1960-an, karya-karya yang dipajang rata-rata berukuran besar dan ...

dilukis dengan absolute realis. Semua karya yang ditampilkan dianggap meng unguli foto dengan kualitas yang tajam. Kemudian di Paris Bienal tahun 1972, menampilkan bentuk baru dari teknik air brush yakni hyperrealism, atau melampaui batas realilsm. Tentu saja airbrush adalah medium yang cocok untuk mencapai bentuk ini.

Era air brush kemudian mulai surut saat teknologi digital printing dikembangkan. Pencetakan digital pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993, namun sejarah industri percetakan tidak sama menurut kebutuhan dan aplikasinya. Printer digital memberikan pencetakan jangka pendek yang hemat biaya, dan mesin cetak warna digital pertama diluncurkan pada tahun 1993 bernama Indigo. Dalam waktu singkat digital printing merevolusi dunia pers dan percetakan. Masyarakat dapat memilih cetakan berkualitas tinggi yang disesuaikan langsung dari komputer desktop sesuai ukuran yang diinginkan.

Pada era digital printing Large Format Print merupakan kelebihan utama jasa digital printing, biasanya satu print besar bisa berharga jutaan rupiah tergantung media dan ukurannya. Penggunaan mesin format besar biasanya bersifat komersial, seperti poster, spanduk, atau banner. Kebanyakan, permintaan ini digunakan untuk Iklan perusahaan atau promo besar-besar dengan ukuran tanpa batas. Namun sebenarnya penggunaan ukuran tergantung dari kemampuan mesin sendiri. Biasanya mesin Large Format dengan berbagai kepen tingan percetakan dengan ukuran lebar sekitar 3 meter dan panjang tidak dibatasi.

Printer format lebar mendukung kebutuhan penggunaan dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor). Printer large format ini dapat digunakan untuk mencetak spanduk, poster, grafik pameran dagang, wallpaper, signage dan karya seni lainnya. Oleh karena itu penggunaan printer lebar ini kebanyakan digunakan untuk keperluan luar ruangan sebagai media promosi. Hal ini berarti hasil pencetakan dengan large format tersebut diusahakan menjaga kualitas tampilan, sehingga hasil pencetakan berskala besar mampu menahan berbagai kondisi cuaca dengan UV-resistant dan material yang kuat.

Cetak Foto Ukuran Besar

Prinsipnya semua format foto digital bisa dicetak, namun disarankan format yang baik adalah TIFF atau JPG dengan kualitas maximum. Untuk hasil terbaik saat mencetak ukuran besar ada aturan khusus tentang resolusi foto minimum (dalam megapiksel) sesuai ukuran cetak yang diinginkan, sehingga hasil foto tetap detail dan tajam. Apabila foto yang dikirim resolusinya terlalu rendah untuk dicetak pada ukuran yang diinginkan, mengakibatkan hasil cetaknya akan pecah/bergerigi. Banyak panduan untuk menentukan seberapa seharusnya file digital disiapkan untuk cetak, misalnya ada yang berbasis megapixel kamera, ada juga yang berbasis ukuran cetakannya,  atau megapixel fotonya, dan sebagainya.

Bahasan pertama berdasarkan jarak cetakan saat disajikan. Media cetak yang besar tidak memerlukan resolusi foto yang tinggi, karena papan reklame berukuran besar tidak akan dilihat dari jarak dekat, tapi biasanya dilihat/dibaca dari dalam mobil atau motor, itu pun dilihat sambil lalu dengan jarak belasan atau puluhan meter dari pandangan. Inilah yang menjadikan foto berukuran besar tidak memerlukan ketajaman gambar yang maksimal, yang terpenting foto masih terlihat dan tulisan masih terbaca dari jarak jauh. Sehingga jika memilih kualitas resolusi maksimal, justru akan memperberat proses printing-nya. Sebaliknya, pada media cetak berukuran kecil seperti brosur atau stiker justru memerlukan resolusi yang lebih tinggi karena akan dibaca dari jarak dekat.

Setelah mengetahui jarak sajian dan ukur an media cetak, selanjutnya perlu menyesuaikan resolusi gambar agar proses cetak menjadi lebih optimal. Ini dia beberapa tips dan rekomendasi resolusi gambar untuk kebutuhan cetaknya. Misanya, cetak rosur, poster kecil, sticker, atau media cetak lain yang dibaca dari jarak dekat, resolusinya 300 dpi. Untuk poster, standing banner, atau media cetak lain yang dibaca dari jarak ±2 meter, resolusinya 100 dpi. Untuk Billboard, baliho, banner, atau media cetak lain yang dibaca dari jarak ±10 meter, reso lusinya minimal 20 dpi, biasanya sekitar 50-72 dpi untuk hasil yang bagus. Lebih jelasnya bisa lihat pada tabel berikut.

Bahasan kedua tentang resolusi foto. Untuk menjaga kerapatan cetak (print density) dan agar terlihat detail fotonya, disarankan memiliki densitas standar photo printing yaitu 300 ppi atau 300 dpi (untuk jarak sajian normal). Bila foto yang mau dicetak ternyata memiliki densitas rendah, misalnya 72 ppi maka sebaiknya diubah dulu menjadi lebih tinggi, misalnya menjadi 200 ppi melalui program pengolah foto digital di komputer. Namun hal tersebut tergantung kondisi fotonya. Pembesaran gambar memang tidak disarankan untuk cetak-mencetak, kecuali disepakati antara pelanggan dan pencetak.

Untuk menentukan resolusi, ada dua ukuran yang bisa dijadikan acuan yaitu ppi (pixels per inch) dan MP (Megapixel). Megapixel dimaksud adalah ukuran resolusi bawaan kamera, misalnya untuk cetak foto ukuran 10 R disarankan menggunakan kamera dengan ukuran minimal 5 MP, untuk cetak hingga 20 R disarankan 10 MP, dan untuk cetak foto di atas ukuran 20 R disarankan menggunakan ukuran 12 MP atau lebih, dan seterusnya hingga kamera SLR paling besar saat ini adalah 80 MP dan kamera Smartphone mencapai 108 MP. Namun tidak bisa dibandingkan kamera SLR dengan kamera Smartphone, sama-sama menggunakan 40 MP, kualitasnya akan jauh lebih baik kamera SLR karena luas penampang sensor dan lensa juga jauh lebih besar daripada kamera smartphone.

Format File Foto

Format file yang direkomendasikan untuk keperluan printing/cetak adalah PDF, TIFF, PNG, dan JPG. Untuk format PSD (Photoshop) adalah format mentah saat melakukan editing fotonya, dan jika sudah final dan mau dicetak disarankan untuk mengubahnya dengan format file yang ditentukan tersebut.

PDF (Portable Data Format) yang pa ling umum dan ideal, sangat disarankan untuk digunakan untuk file akhir pracetak (siap dicetak). Format PDF punya banyak keunggulan yang menjadikannya primadona dalam dunia printing, yaitu umumnya semua perangkat desktop maupun mobile dapat mengakses file PDF. Kelebihannya walaupun di-compressed hasilnya tidak mengorbankan kualitas dan akurasi baik sesuai pengaturan ketika menyimpannya, serta ukuran file tidak sebesar TIFF

TIFF (Temporary Instruction File Format) dahulu menjadi standar format cetak karena menampilkan data yang komplit, tapi ukuran file sangat besar (jika tidak compressed), dan memiliki keterbatasan dalam pengaturan pracetak. Kelemahan nya hanya dapat dibuka dengan perangkat lunak tertentu, jadi tidak semua komputer bisa mengaksesnya.

PNG (Portable Network Graphics) kua litas dan warna yang dihasilkan cukup akurat, namun formatnya lebih kompatibel untuk mesin yang menggunakan banyak tinta dengan setting warna/tinta RGB.

JPEG (Joint Photographic Experts Group) atau disebut JPG menjadi pilihan terakhir untuk digunakan mencetak di mesin printing, karena formatnya sudah di-compressed sedemikian rupa hingga mengorbankan sejumlah elemen dari grafis dan hasil cetaknya juga tidak maksimal. Sehingga hanya direkomendasi pada kompresi level High saja, misalnya format JPG, ada pilihan kompresi Low (1-4), Medium (5-7), dan High (8-12). Misalnya ada foto ukuran 10R (25 X 30 cm) dengan resolusi 300 ppi disimpan dengan kompresi Low (di angka 3) akan menghasilkan 0,13 MB (mega byte). Sedangankan jika memilih kompresi High maksimal (di angka 12) akan menghasilkan 2,7 MB, dan itu yang direkomendasi untuk cetak.

Kualitas Hasil Cetak Foto

Beberapa faktor yang menentukan kualitas cetakan foto selain Resolusi Foto, yaitu kualitas Printernya sendiri. Kini sudah banyak produsen printer merancang printer khusus untuk mencetak foto dalam bera gam kebutuhan dan ukuran, bedanya de ngan printer biasa yaitu Printer Foto dilengkapi jenis warna yang lebih kompleks. Printer khusus foto tidak sekedar 4 tinta CMYK, ada yang 6 tinta; CMYK plus Light Cyan dan Light Magenta, bahkan ada yang hingga 9 tinta. Selain itu, printer khusus foto juga dirancang untuk mendukung hasil cetak dengan resolusi tinggi. Sehingga setiap detail dapat tercetak dengan baik. Media cetak fotonya juga merupakan faktor penting, biasakan menggunakan media yang sesuai dengan printer foto. Paduan dari teknologi printer dan media cetak saling melengkapi satu sama lain.

Selain Printer dan media cetak, tentunya gunakan tinta original yang direkomendasikan oleh pabrikannya agar sesuai. Menggunakan tinta asli yang sesuai de ngan jenis printer foto sudah diformulasikan khusus untuk setiap tipe printernya untuk hasil maksimal. Jika memakai tinta yang tidak sesuai, bisa mengakibatkan kerugian, yaitu kualitas hasil cetaknya menurun dan akan timbul masalah dengan printernya karena tidak kompatibel. Dua hal ini sering membuat kesulitan baik pada pengguna printer dan pelanggan.

Perlu diperhatikan juga penggunaan cetakan foto itu untuk indoor atau ourdoor. Large format printing terbagi menjadi dua yaitu print indoor dan outdoor. Keduanya memiliki perbedaan yang harus diketahui sebelum proses printing. Print indoor me rupakan materi cetak yang tidak memiliki ketahanan terhadap sinar matahari, cuaca, dan juga hujan. Print indoor bahan cetaknya tidak memiliki ketahanan yang baik, biasanya cetakan lebih mudah memudar dan rusak walaupun nanti dilapisi dengan laminasi. Namun hasil cetakannya mempunyai kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan print outdoor.

Sedangkan print outdoor, jenis digital printing ini lebih mencakup keperluan cetakan yang mampu tahan terhadap berbagai cuaca dan sinar matahari. Tetapi kekurangannya adalah hasil cetakannya. Untuk harga, print outdoor cenderung lebih murah, namun daya tahan cetakannya tidak perlu diragukan lagi. Itu semua karena tinta yang di gunakan berbasis solvent, yang memiliki bau menyengat tapi punya ketahanan yang baik. Tinta berbasis mi nyak atau tinta solvent serta bahan yang memiliki garansi ketahanan yang baik.

Editing Foto untuk Kualitas Cetakan

 Editing foto menentukan kualitas dari awal dan sudah menjadi kebutuhan. Tujuan editing foto agar hasil cetak memiliki komposisi warna yang lebih bagus dan lebih nyaman dilihat. Edit foto yang berlebihan akan memberikan kesan yang tidak nyata pada hasil cetak. Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, foto diedit dalam bentuk mentahan (RAW) atau aplikasi Photoshop (PSD) bisa mengatur highlight, shadow, eksporsur, komposisi warna sesuai selera. Namun, pastikan juga untuk tidak memperbesar foto secara sembarangan, dan mengubah ukuran tidak proporsional. Seperti tampak pada contoh gambar berikut;

Selain itu penggunaan software yang tepat menentukan hasil cetak foto berkualitas. Hindari cetak menggunakan software perkantoran seperti Microsoft Word atau Power point. Cetak-mencetak sangat direkomendasikan menggunakan software desain grafis seperti Corel draw, Illustrator, InDesign, dan Photoshop sebagai editing fotonya. Sofware yang direkomendasi akan lebih menjamin hasil cetak foto lebih maksimal dan tidak salah.

Terakhir, tentang pengaturan saat proses printing. Sebelum mencetak foto biasakan atur terlebih dahulu properties print. Pada saat akan melakukan proses printing akan muncul kotak dialog properties, lalu pilih Print Quality menjadi High. Hal ini akan membuat hasil cetak foto menjadi lebih berkualitas, detail, dan tajam. Sebagai tambahan, sebagai konsumen cetak jangan lupa untuk selalu menjalin komunikasi yang baik dengan operator printer, sampaikan apa saja yang diharapkan, misalnya tentang warna, ukuran, layout, kualitas media cetak, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Dengan demikian, kualitas hasil foto bisa terkontrol dengan baik sesuai dengan apa yang diinginkan fotografer/konsumen.

(Dari Berbagai Sumber)

Selengkapnya terdapat pada majalah cetak & digital INDONESIA PRINT MEDIA edisi 108 Sept-Okt 2022

Info : +62 811 808 282

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!