Visitor

 

Sosial Media

Home Pendapat
Pendapat
“Merevitalisasi Sektor Tekstil Indonesia: DARURAT!.”

Indonesia Economic Forum yang ke 7 mempertemukan para pemimpin politik, bisnis, pemerintah, pemrakarsa dan pemimpin komunitas untuk membahas visi Indonesia di tahun 2020 untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19. Forum ini pertama kalinya akan diselenggarakan secara virtual pada Selasa-Kamis, 24-26 November 2020.

Berkolaborasi dengan HSBC Indonesia untuk ketiga kalinya, Indonesia Economic Forum tahun ini mengusung tema “2020 Vision: Rebooting Economic Growth Post Covid-19.” Setelah mengalami penurunan ekonomi yang tajam sejak Krisis Keuangan Asia, Indonesia sedang berada dalam masa pemulihan perekonomian. Covid-19 telah mempercepat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menciptakan peluang baru.

Pada hari kedua di sesi pagi yang mengambil tema “Emerging Trends in Global Trade”  dan terbagi dalam 3 sesi diskusi panel. Di sesi kedua ini, para pembicara membahas mengenai revitalisasi darurat sektor tekstil di Indonesia.

Industri tekstil Indonesia pernah menjadi primadona sektor ...

 
Pemerintah Optimis Perekonomian Indonesia Positif di 2021

Tahun 2021 diyakini membawa perubahan ke arah yang positif, termasuk untuk perekonomian global. Hal tersebut antara lain disebabkan adanya tren positif dari kinerja perekonomian di sebagian besar negara pada triwulan terakhir 2020.

Beberapa lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan ekonomi global tumbuh di kisaran 4%-5,2% pada 2021.

Menurut OECD Economic Outlook (Desember 2020), faktor utama pendorong ekonomi global di tahun ini antara lain adalah percepatan distribusi vaksin, kebijakan kesehatan yang komprehensif sebagai langkah mitigasi sebelum vaksinasi, stimulus fiskal yang mendorong daya beli, kebijakan moneter yang akomodatif, reformasi struktural yang mendukung pemulihan ekonomi, dan kerja sama internasional dalam penanganan pandemi.

Pemulihan ekonomi global tersebut juga sejalan dengan pemulihan ekonomi ...

 
Digital Print for Corrugated – The Future Condition of Things

Nick Kirby is a 40-year veteran of the corrugated packaging industry forging a career that encompasses production, sales and general management. From 1979 – 1998, he progressed from a shop floor operative to Managing Director of Kirby Cartons plc. Upon acquisition of the business in 1998, Nick led the Rexam plc and latterly SCA Packaging Midlands Speciality Divisions. He established Swanline Print in 2001 with his brother and brother-in-law as a specialist services and manufacturer to the corrugated packaging and display sectors. Nick is now Chief Executive of Swanline Group, a vertically integrated business incorporating Swanline Print and Swanline Paper and Board. Nick founded an independent sheet-feeder, CorrBoard UK with a consortium of Sheet Plants to establish the UK’s first conglomerate owned sheet board manufacturer in the UK. The Swanline companies and other strategically aligned investments are now recognised for being at the forefront of technological innovation in the materials, packaging, signage and display markets.

My great grandfather, Thomas Kirby, once said: “Wisdom lies not in regretting the inevitable but in adapting oneself to the altered condition of things”. He printed this statement in his publication, “Saddlery and Harness”, in response to the uproar from his readers after the first car was seen in Walsall, UK in 1896. The internal combustion engine was perceived as the beginning of the end for the local allied horse trades and ...

 
BISNIS GRAFIKA DITENGAH KRISIS

Oleh : Soebardianto

PENDAHULUAN

Pengertian bisnis dalam segala aspek pada umumnya sama, yaitu mengusahakan agar bidang yang menjadi wilayah bisnis memperoleh simpati pelanggan, yang seterusnya pelanggan akan mendapatkan kepuasan dari suatu barang yang dipakai atau yang dikonsumsi. Kepuasan ini bisa berarti kepuasan secara langsung setelah mengkonsumsi atau menggunakan, namun ada juga kepuasan tidak langsung (misalnya bisnis bidang jasa).

Dalam bisnis di bidang grafika yang sebagian usahanya bersifat jasa (bahkan ada yang mengatakan sebagai “job order “ artinya bahwa industri grafika itu memproduksi berdasarkan pesanan dan si pemesan memberikan kompensasi/ membayar atas jasa perusahaan itu dalam mengolah bahan mentah berbentuk naskah atau model menjadi barang jadi yaitu media cetak/barang cetak sesuai pesanan).

Perusahaan yang memproduksi berdasarkan pesanan ini, maka berbagai aspek teknis harus disesuaikan dengan spesifikasi jenis ordernya, misalnya : jenis teknologi cetak, jenis teknik produksi, alat produksi, bahan produksi, proses produksi, bahkan jadwal produksi.

Dengan adanya kondisi demikian, maka tidak jarang perusahaan grafika di tanah air ini seberapapun besarnya, masih memerlukan perusahaan lain yang mungkin memiliki teknik produksi dan alat produksi yang berbeda.

Penyesuaian aspek-aspek produksi tersebut agar mampu menghasilkan ...

 
Bisnis harus “berinovasi & bertransformasi’ agar menjadi kompetitif pasca Covid-19

Andreas Diantoro, Managing Director, SAP Indonesia

  • Survey SAP menyatakan bahwa 40% bisnis sedang mengadopsi pendekatan “wait and see”, berharap untuk memulai kembali ke 'normalitas  sebelumnya'
  • Transisi untuk menjadi intelligententerprise’sangat penting untuk menciptakan model bisnis dan sumber pendapatan yang baru

SAP SE (NYSE) pada 14 Juli 2020 mengumumkan hasil survei kepada 4.500 pemimpin bisnis di Asia Tenggara, mengungkap sejauh mana dampak COVID-19 pada bisnis di seluruh kawasan, dan kekhawatiran tentang prospek jangka panjang.  aksesDiumumkan pada acara perdana virtual SAP Forward Together bertajuk “kenyataan bisnis yang baru”, survei mengungkapkan bahwa 40% dari bisnis yang disurvei masih mengadopsi pendekatan "wait and see" dalam menanggapi pandemi.

Dalam konteks yang lebih luas, hal ini akan membantu negara-negara di Asia Tenggara mempertahankan statusnya sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia yang mendukung konsumen dan bisnis. Era digital berkembang menjadi era ‘cerdas’ dimana bisnis menghadapi tantangan baru ditengah gangguan digital dan aturan main yang baru. Perusahaan-perusahaan yang menang adalah mereka yang bertransformasi melalui inovasi, terlebih lagi di era disrupsi digital saat ini diperparah oleh pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan ekonomi dunia mengalami periode ‘reset’ untuk ‘rebound’. Waktu untuk bersaing sudah dimulai kembali, dan negara-negara yang bergerak cepat sekarang ini akan menjadi yang terdepan, sementara yang lain tertinggal,” kata Rachel Barger, President & Managing Director, SAP South East Asia.

 
Digital Printing di Tengah Pandemi

Oleh : R. D. Muliadi

Digital printing merupakan industri yang umur nya masih belia, tak dapat disangkal lagi semua yang terkait teknologi berkembang terlalu cepat, saling menggantikan dan mudah terdisrupsi. Lama sudah saya menghindari berkomentar atau menulis mengenai industri ini, karena tidak tega dan tidak ingin memberikan aura negatif. Tapi yah ... karena sudah terlanjur pernah minum tinta, seperti banyak orang bilang, hati ini sudah terlanjur cinta dan pikiran tidak bisa di bohongin, kembali saya menyiapkan tulisan ini.

Banyak kritikan dan ancaman yang menerpa industri kita ini baik dari dalam maupun dari luar, mulai dari persaingan antar pemain, yang berusaha saling menjatuhkan, sudah tidak sehat dan tidak mengenal etika, limbah yang tidak ramah lingkungan, sampai gangguan kesehatan bagi masyarakat, operator dan lingkungan, serta saling serang antar vendor, membuat industri ini jadi kian tidak sehat, demikian juga teknologi baru yang yang terbukti sangat mengganggu seperti videotron, LCD indoor Display, mobil iklan LED  dan banyak lagi gangguan lainnya. 

Tidak ada yg bisa membayangkan di awal tahun 2020, bahwa kita akan menghadapi stuasi seperti sekarang ini, Corona mematikan, covid 19, lockdown, social distancing, PSBB, Phisycal distancing, new normal sampai protokol kesehatan menjadi istilah yang setiap hari kita dengar dan menjadi bahan pembicaraan dimana mana.

Sudah lebih 3 bulan kita hadapi Pandemi, Pandemi berkepanjangan, banyak yang ..

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Page 2 of 6

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!