Visitor

 

Sosial Media

Home Pendidikan Penyimpangan Densitas Warna Khusus
06
Feb
2021
Penyimpangan Densitas Warna Khusus

Oleh : Subardianto, 

Kualitas adalah hal yang fundamental, menjadi fondasi bagi daya jual produk yang menentukan penerimaan konsumen akan produk ataupun penerimaan publik terhadap brand suatu perusahaan.

Kualitas yang baik, akan menghasilkan kepuasan konsumen terhadap produk suatu perusahaan. Kepuasan merupakan cikal bakal timbulnya rasa loyalitas konsumen terhadap produk dan brand perusahaan sehingga akan menimbulkan kepercayaan dan pembelian yang berkelanjutan. Tumbuhnya loyalitas pada pelanggan memberikan dampak positif bagi sebuah bisnis. Dalam jangka panjang, loyalitas dari pelanggan akan menguntungkan. Sebagai contoh, pelanggan bersedia membayar harga lebih tinggi, dan pelanggan bersedia merekomendasikan ke pelanggan yang baru.

Pada proses produksi grafika, warna dihasilkan dari proses cetak yang mana proses cetak pada industri grafika terdiri dari 4 jenis menurut bentuk acuannya, dan yang masih populer dan paling banyak digunakan dari ke 4 teknik tersebut adalah teknik cetak datar atau ofset. Pencapaian kualitas cetak yang baik di tentukan oleh 3 hal, yaitu register, densitas, dan atribut lain. Yang dimaksud dengan atribut lain adalah ...

 hickeys, tinting, scumming, doubling, hal lain yang tidak dikehedaki ada pada hasil cetak.

Salah satu masalah yang sering dijumpai pada proses cetak adalah penyimpangan warna. Hal ini tentu sangat merugikan dalam segi biaya, waktu, dan juga tenaga karena hasil yang menyimpang warnanya harus diganti dengan yang layak untuk diberikan kepada konsumen. Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan warna tersebut pasti terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhinya pada proses cetak.

Hal ini tentu sangat merugikan dalam segi biaya, waktu, dan juga tenaga karena hasil yang menyimpang warnanya harus diganti dengan yang layak untuk diberikan kepada konsumen. Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan warna tersebut pasti terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhinya pada proses cetak. Warna merupakan karakteristik kualitas dari hasil cetak yang paling di perhatikan

Densitas merupakan salah satu unsur pencapaian warna yang dapat diukur dari suatu proses pencetakan, penyimpangan - penyimpangan yang terjadi dapat dianalisis dan dikontrol sehingga penyimpangan tersebut dapat dikurangi.

Kualitas

Menurut ISO 9000:2008, kualitas adalah derajat yang dicapai oleh karateristik yang inheren dalam memenuhi persyaratan. Sementara itu Kotler (2005: 57) mendefinisikan kualitas adalah keseluruhan sifat suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Melalui pengertian dan teori ini dapat diketahui bahwa suatu barang atau jasa akan dinilai bermutu apabila dapat memenuhi ekspektasi atau keinginan konsumen akan nilai produk yang diberikan kepada konsumen tersebut. Keinginan konsumen yang dimaksud disini adalah keinginan konsumen yang telah di persyaratkan dalam spesifikasi produk yang menjadi karakteristik produk tersebut dan harus dipenuhi oleh produsen.

Dalam industri grafika khususnya pada produksi cetak, pencapaian karakteristik berarti pendekatan suatu output cetak terhadap spesifikasi warna yang ditentukan.

Dalam produksi cetak, konsistensi reproduksi dan pencapaian warna menjadi faktor yang beriringan dengan kualitas.

Warna

Warna merupakan fenomena optik yang terjadi karena adanya tiga komponen yaitu cahaya, objek dan observer/pengamat (dapat berupa mata kita ataupun alat ukur). Untuk dapat melihat warna, kita membutuhkan cahaya dan dua hal tersebut yang berkombinasi. Jika salah satu komponen ditiadakan maka kita tak dapat melihat warna.

Densitas

Secara sederhana densitas dapat diartikan sebagai kepekatan warna. dalam buku yang di tulis oleh Fred Bunting (1998) menjelaskan bahwa densitas adalah nilai hasil penghitungan yang merepresentasikan kemampuan dari suatu permukaan atau material untuk menyerap cahaya. Seperti dijelaskan di atas nilai densitas dari suatu permukaan atau lapisan tinta didapat dengan metode densitometery.

Ink Film Thickness (Ketebalan tinta)

Dalam ISO 2846-1 ketika mencetak dengan kertas art paper, lokus warna yang benar dapat diperoleh jika tebal tinta yang diterapkan/dicetakkan di permukaan kertas diantara 0.7 hingga 1.1 mikrometer.

Densitometry

Densitometry dapat diartikan sebagai ilmu untuk mengukur densitas dari suatu lapisan tinta. Metode ini, merupakan cara yang tepat untuk mengontrol densitas dan persentase  raster pada proses cetak.

Prinsip Pengukuran Densitometer

Tinta bersifat tembus cahaya, pancaran cahaya yang mengenai hasil cetak akan melewati lapisan tinta sebelum mencapai permukaan kertas. Pada saat melewati lapisan tinta komponen warna tertentu pada cahaya diserap oleh pigmen, kemudian ketika cahaya mencapai permukaan kertas cahaya tersebut dipantulkan kesegala arah. Bagian dari cahaya yang dipantulkan tersebut akan kembali melintasi lapisan tinta dan diserap oleh pigmen untuk kedua kalinya. Terakhir, Sisa dari cahaya yang memantul akan mencapai alat ukur yang kemudian akan dikonversi menjadi data digital dan munculah angka dari densitas lapisan tinta yang diukur tersebut.

Densitometer Value

Meski mata manusia dapat melihat perbedaan kepekatan antara satu lapisan tinta dengan lapisan lainnya, namun perbedaan tersebut hanya dapat diinterpretasikan sebagai kesan atau sensasi dalam benak yang sangat sulit untuk dikomunikasikan kepada orang lain saat proses cetak. Maka dari itu densitometer hadir sebagai alat yang mendefinisikan densitas dari suatu lapisan secara numerikal. Densitometer menghitung density menggunakan rasio logaritma sederhana.

Statistical Process Control

Suatu metodologi pengumpulan dan analisis data kualitas, serta penentuan dan interpretasi pengukuran-pengukuran yang menjelaskan tentang proses dalam suatu sistem industri. Metode yang dapat digunakan untuk mengontrol, menganalisa, mencari penyebab, dan membuat keputusan berdasarkan data (fakta) untuk melakukan peningkatan kualitas.

Statistical process control merupakan sebuah metode statistik untuk membantu kita melihat apakah suatu proses stabil dari satu waktu ke waktu atau terganggu karena dipengaruhi faktor khusus.

Peta kontrol pertama kali diperkenalkan tahun 1924 oleh Dr W. Andrew Sewhart.

Peta kontrol digunakan untuk menghilangkan variasi tidak terkontrol dengan cara memisahkan variasi yang disebabkan oleh penyebab umum dengan variasi yang disebabkan oleh penyebab khusus.

Selain itu peta kontrol juga berfungsi untuk: ….

Peta kontrol menunjukan bahwa proses reproduksi warna ini sangat tidak terkontrol, tidak menemui titik stabil dan konsisten, serta terlalu banyak fluktuasi data dengan jarak terlalu besar dan keluar dari batas kontrol. Meski begitu, peta kontrol di atas menunjukan bahwa rata-rata densitas yang mampu dihasilkan oleh proses adalah 1,25. Nilai densitas ini memiliki selisih yang kecil sekali dengan spesifikasi (1,27) yang artinya, besar kemungkinan hanya sedikit saja hasil cetakan yang memiliki nilai densitas rata-rata diluar batas limit spesifikasi atau menyimpang.

Dalam setiap proses kontrol, sebuah proses dikatakan baik ketika semua data berada dalam batas kontrol, memiliki variasi yang tidak critical, stabil, dan konsisten, namun hal itu tidak selamanya berlaku. Ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan apakah suatu proses dikatakan terkontrol atau tidak, salah satunya rata-rata dari proses yang dihasilkan (X ?). Jika ada suatu proses yang sangat stabil, bahkan semua titik berada tepat digaris kontrol pusat (CL) namun nyatanya CL dari data tersebut jauh berada di bawah atau di atas limit spesifikasi yang ditentukan atau diinginkan pelanggan, apakah proses itu dikatakan sebagai proses yang terkontrol?, tentu tidak. Proses yang seperti itu memang benar adalah proses yang sangat baik dan presisi, namun output yang dihasilkan tidaklah tepat karena nilai yang dihasilkan bukanlah sasaran yang diharapkan.

Hal sebaliknya terjadi pada proses reproduksi warna ini, rata-rata proses tepat berada hampir di angka spesifikasi namun konsistensi dan kestabilan tidak tercapai. Apakah proses ini tetap out of control? Atau dianggap terkontrol karena semua fluktuasi berada di batas limit spesifikasi meskipun keluar dari batas kontrol.  Kurva distribusi normal berikut akan membantu menjawab apakah proses ini terkontrol atau tidak.

LSL          = aim value – toleransi

                = 1,27 - 0,10 = 1,17

USL        = aim value + toleransi

                = 1,27 + 0,10 = 1,37

Koefisien d2 untuk menghitung standar deviasi pada pengukuran 8 titik : 2,847

Standar deviasi = R ̅/d2

                = 0,0685/2,847

                = 0,0241

Berdasarkan fakta bahwa semua hasil produksi berada dalam limit spesifikasi, maka dari itu penulis simpulkan bahwa proses reproduksi warna ini baik meski banyak dari tebaran data yang melewati batas kontrol. Perlu diperhatikan bahwa dengan fluktuasi data yang seperti itu ada kemungkinan suatu saat penyimpangan yang terjadi sangat besar karena konsistensi dan kestabilan warna tak kunjung tercapai, sehingga perlu adanya perbaikan dan pengendalian yang ketat pada tingkat konsistensi dan kestabilan proses.

Penyebab Penyimpangan Densitas Warna Khusus ada bebara yakni … dst

Semoga bermanfaat.

Selengkapnya terdapat pada majalah cetak dan on line INDONESIA PRINT MEDIA edisi 98 Jan-Feb 2021.

.............

CV. Print Media Indonesia

WhatsApp : +62811808282

Email:                               

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!